TIM, Gedung Kesenian Untuk Mengenang Sang Komposer

Masyarakat Indonesia tentu sudah sangat familiar dengan nama Ismail Marzuki. Nama komposer ini memang sangat dikenal berkat karya-karya-nya yang hingga saat ini masih terkenal dalam kehidupan masyarakat.

Lagu Hallo, Rayuan Pulau Kelapa, Berkibarlah Benderaku dan masih banyak sederet karya dari sang komposer ini menjadi suatu kebanggaan bagi masyarakat Indonesia.

Karya Ismail Marzuki memang dikenal sebagai lagu-lagu yang mengangkat tema yang berhubungan dengan nasional dan tradisi Indonesia itu sendiri.

Tanggal 25 Mei 2018 lalu bertepata dengan 60 tahun kematian dari sang komposer. Ismail Marzuki meninggal dalam usia yang relatif muda yaitu diumur 44 tahun. Ada pun penyebab kematian sang komposer karena penyakit paru-paru yang dideritanya.

Sudah 60 tahun meninggal dunia, nama Ismail Marzuki masih dikenang oleh masyarakat Indonesia sebagai salah satu komposer terbaik yang pernah ada. Nama Ismail Marzuki pun akhirnya pada tahun 1968 dibuat oleh pemerintah DKI Jakarta sebagai sebuah nama gedung atau taman kesenian yang bernama Taman Ismail Marzuki(TIM) yang hingga kini masih eksis.

Hanya butuh 4 bulan pembangunan

Pada masa kepemimpinan Ali Sadikin sebagai gubernur DKI Jakarta, pemeirntah daerah tersebut memutuskan membangun sebuah gedung untuk mengenang kepergian Ismail Marzuki pada tanggal 25 Mei 1958.

Pembangunan TIM sendiri dimulai dari Juli 1968 dan diresmikan 10 November oleh Ali Sadikin pada tahun yang sama. Artinya, pembangunan dari TIM hanya membutuhkan pengerjaan 4 bulan.

Ada pun TIM dibangun ‘hanya’ bermodalkan 90 juta rupiah pada saat itu. Pengerjaan TIM ditangani oleh 34 sarja teknik dan 1500 pekerja.

Kini TIM menjadi salah satu ikon kota Jakarta dengan berbagai fasilitas didalamnya. Selain ruang pertujukkan, TIM juga memiliki kampus IKJ(Institut Kesenian Jakarta) didalamnya dan berbagai hiburan lainnya.

TIM sangat cocok dijadikan sebagai tujuan berakhir pekan baik untuk kalangan muda, keluarga dan berbagai lapisan.

Gedung TIM diharapkan dapat berguna untuk bidang kesenian seperti halnya asal muasal pembuatan ini yang bertujuan untuk mengenang salah satu komposer terbaik Indonesia, Ismail Marzuki. Semoga lahir Ismail Marzuki lainnya yang juga dapat membanggakan Indonesia dimasa yang akan datang.