Taman Benyamin Sueb, Taman Kesenian Baru di Jakarta

Di Jakarta, terdapat beberapa gedung kesenian seperti Taman Ismail Marzuki, Gedung Kesenian Jakarta dan beberapa tempat populer lainnya. Kini, jumlah gedung kesenian di Jakarta bertambah setelah diresmikannya Taman Benyamin Sueb.

Konsep Taman Benyamin Sueb ini nantinya akan dibuat seperti Taman Ismail Marzuki yang terletak di kawasan Cikini.

Taman Benyamin Sueb terletak di seberang stasiun Jatinegara. Gedung ini sebelumnya bernama gedung eks Kodim 0505/JT dan dirombak serta dialih fungsikan menjadi pusat kesenian Betawi.

Nantinya, Taman Benyamin Sueb akan digunakan untuk berbagai kegiatan seni dan kebudayaan khususnya Betawi.

Kepala Seksi Sejarah dan Permusiuman Disparbud DKI Jakarta Rus Suharto mengungkapkan, konsep Taman Benyamin Sueb ini nantinya akan dibuat seperti Taman Ismail Marzuki yang berada di Cikini.

Renovasi tanpa menghilangkan keaslian bangunan

Perombakan Taman Benyamin Sueb ini akan dilakukan secara bertahap untuk menjaga keaslian dari bangunan yang ada.

Gedung ini merupakan salah satu gedung peninggalan yang sudah cukup tua sehingga perlu dilakukan beberapa renovasi sehingga bisa membuat Taman Benyamin Sueb menjadi salah satu tempat pertunjukkan kesenian dan budaya alternatif yang ada di Jakarta.

Permasalahan listrik juga secara bertahap akan diperbaiki demi menunjang berbagai kegiatan di tempat tersebut nantinya. Ini membutuhkan waktu sehingga segala sesuatunya dilakukan secara bertahap.

Sebelumnya, Taman Benyamin Sueb ini juga dikenal dengan nama Landhuizen Meester Cornelis atau Rumah Meester Cornelis. Gedung ini merupakan salah satu gedung bersejarah peninggalan Belanda, sehingga sangat perlu bagi pemerintah daerah serta partisipasi masyarakat untuk menjaga dan melestarikan gedung ini khususnya karena sudah dialihfungsikan menjadi taman kesenian.

Menyambut ‘kelahiran’ Taman Benyamin Sueb ini, sejumlah acara diselenggarakan bulan September ini atau tepatnya dari 16-22 September.

Bagi kamu yang penasaran dan ingin melihat berbagai seni dan kebudayaah khas Betawi, bisa langsung mengunjungi Taman Benyamin Sueb yang berada di seberang stasiun Jatinegara. Untuk menuju lokasi ini, ada banyak pilihan transportasi umum – mulai dari bus, kereta atau yang lainnya.

Opera Ainun Mentas di TIM

Taman Ismail Marzuki(TIM) merupakan tempat pertunjukkan seni yang juga menampilkan banyak hiburan menarik lain disektiar kawasan tersebut. TIM sering menjadi lokasi rekreasi bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, kerabat, teman dan lainnya khusus pada hari libur.

Dari berbagai hal menarik di TIM, yang tak bisa dilewatkan tentu adalah menyaksikan pertunjukkan langsung di tempat tersebut.

TIM menjadi tempat yang rutin menggelar pertunjukkan seni – bahkan tempat ini hampir setiap minggunya memiliki agenda pertunjukkan yang bisa disaksikan baik yang berbayar atau yang gratis.

Yang terbaru, tanggal 15-16 September 2018 lalu – di TIM menggelar pertunjukkan teater yang diberi judul “Opera Ainun“. Pertunjukkan ini sendiri digagas oleh Lima Dimensi Production.

Teater ini diadaptasi dari buku karya Presiden ke-3 Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie,  yang berjudul Habibie & Ainun (2010). Kisah ini memang sudah dibuat dalam bentuk film, tetapi Lima Dimensi Production ingin membuat sebuah pertunjukkan yang lebih melihat dari sisi Ainun.

Sapti Wahyudi, selaku Produser Opera Ainun mengatakan bahwa pertunjukkan ini diangkat dari kisah nyata Habibie dan Ainun.

Bukan hanya tentang cinta

Sapti menjelaskan bahwa Opera Ainun ini bukan hanya mengangkat tentang percintaan antara 2 sejoli tersebut, melainkan opera ini juga mengangkat tentang nilai-nilai nasionalisme.

Dilansir melalui tribunnews.com, Sapti mengatakan “Opera Ainun merupakan kisah klasik milik bangsa Indonesia. Melalui opera ini, Ainun meluapkan sudut pandangnya sebagai sosok di belakang Rudy (BJ Habibie), dalam perjalanan hidup mereka berdua,”

Ada pun opera ini telah disipakan dari jauh hari atau tepatnya dari Agustus 2016 lalu.

Dengan waktu pembuatan 2 tahun, Opera Ainun telah disiapkan dengan berbagai proses panjang. Mulai dari konsep cerita, naskah, komposisi musik hingga berbagai tambahan menarik lainnnya sehingga menghasilkan sebuah pertunjukkan opera yang apik.

Berbagai aspek Opera Ainun ini juga diisi oleh orang-orang profesional di bidangnya. Mulai dari naskah, koreografi, tata panggung hingga musik membawa orang-orang profesional sehingga menghasilkan pertunjukkan yang bukan hanya membuat detak kagum, tetapi juga menghasilkan sebuah pertunjukkan yang memberikan nilai lebih.

Anies Resmikan Mural di TIM

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan baru saja meresmikan mural yang ada di Taman Ismail Marzuki(TIM). Program mural ini sendiri merupakan kerjasama antara Pemerintah Provinsi(Pemprov) DKI Jakarta dengan kedutaan besar(Kedubes) Kolombia.

Peresmian ini berlangsung pada Senin, 10 September 2018 lalu.

Anies menuturkan bahwa mural yang berjejer di TIM ini sebagai simbol untuk menuturkan niat dari Pemprov DKI Jakarta untuk membuat Jakarta menjadi sebuah ruang seni budaya.  Ia juga mengharapkan Jakarta bisa menjadi tempat berkumpulnya para seniman untuk berkarya.

“Kita harus menjadikan kesempatan ini untuk meneruskan niat kita, untuk menghadirkan kota Jakarta sebagai ruang seni budaya. Jakarta harus dipandang sebagai kanvas, mengundang seniman hadir, munculkan seniman di kota ini,” kata Anies yang dikutip dari laman liputan6.com.

Lebih lanjut, Anies juga berharap kesenian seperti mural ini bisa lebih meluas dan dikenal oleh masyarakat luas. Ia juga mengapreasiasi berbagai karya mural masyrakat Jakarta saat menyambut HUT Republik Indonesia dan Asian Games 2018 yang baru saja selesai.

Berharap seniman mural loka belajar dari seniman luar

Menggaet seniman mural dari Kolombia, Anies berharap warga lokal bisa mempelajari hal-hal fundamental dari seniman yang telah lebih dahulu menggeluti bidang mural ini.

Kerjasama dengan Kedubes Kolombia, Anies berharap seniman bisa menyerap ilmu dengan bertukar pikiran dengan seniman dari negara lain sehingga menambah wawasan dan kemampuan bagi seniman mural lokal untuk membuat karya yang jauh lebih baik lagi.

Peresmian mural di TIM ini sendiri lanjut Anies bukan yang terakhir, masih ada kerjasama-kerjasama lain karena peresmian Mural yang ada di TIM hanyalah pembukaan dari kerjasama yang akan ada dimasa yang akan datang.

Saat peresmian, Anies ditemani oleh Ledania yang merupakan seniman mural asal Kolombia yang membuat mural di TIM ini.

Ledia ketika ditanyakan mengenai berapa lama ia membuat karya mural di TIM menjawab bahwa proes pembuatan mural di TIM memakan waktu sekitar 5 hari saja.

Pemprov DKI Jakarta Akan Revitalisasi TIM Lagi

Pemprov DKI Jakarta merencanakan revitalisasi Taman Ismail Marzuki(TIM) setelah belum lama dilakukan revitalisasi. Ini merupakan hal baik karena dengan ini makan TIM bisa lebih terawat secara berkala.

Sebelumnya, tahun 2017 Pemprov DKI Jakarta yang saat itu masih dipimpin oleh Djarot meresmikan revitalisasi TIM dan melakukan beberapa perbaikan sehingga lebih memperbaiki berbagai sektor. Ada pun kala itu hal-hal yang diperbaiki mulai dari perbaikan atap dan basemen di gedung teater Jakarta, perbaikan plafon dan restroom gedung Graha Bakti Budaya.

Setelah revitalisasi tahun 2017, dibawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Baswedan selaku Gubernur mengintruksikan untuk kembali melakukan beberapa revitalisasi TIM dan telah membentuk tim untuk ini.

Untuk pengerjaan revitalisasi TIM nanti, tim revitalisasi diketuai oleh Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah DKI dengan wakilnya adalah Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI.

Revitalisasi juga dalam rangka peringatan 50 tahun TIM

Selain memang untuk memperbaharui beberapa hal, revitalisasi yang rencananya akan dijalankan pada November 2018 nanti sekaligus untuk memberikan ‘kado’ terhadap ulang tahun TIM yang memasuki angka 50 tahun.

Sudah 50 tahun sejak TIM berdiri banyak perubahan-perubahan dilakukan demi mempertahankan dan memperbaiki banyak hal dari gedung tersebut.

Anggaran sebesar 446 juta rupiah telah disetujui pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2018.

Untuk rincian dana tersebut sendiri, dana 273 juta akan digunakan untuk Pelayanan Tim Revitalisasi sedangkan sisanya sebesar 173  akan digunakan untuk review masterplan TIM.

Revitaliasi yang dilakukan kembali ini diharapkan mampu memberikan dampak positif seperti era terdahulunya. TIM sendiri bisa menajadi salah satu tempat untuk berbagai hal sehingga sangat penting untuk melakukan revitalisasi berkala dan paling penting bisa terus menjaga yang telah ada secara berkelanjutan.

Kawasan TIM sendiri selain menjadi tempat pertunjukkan juga terdapat kampus Institut Kesenian Jakarta(IKJ), bioskop dan kafetaria.