Pemprov DKI Jakarta Akan Revitalisasi TIM Lagi

Pemprov DKI Jakarta merencanakan revitalisasi Taman Ismail Marzuki(TIM) setelah belum lama dilakukan revitalisasi. Ini merupakan hal baik karena dengan ini makan TIM bisa lebih terawat secara berkala.

Sebelumnya, tahun 2017 Pemprov DKI Jakarta yang saat itu masih dipimpin oleh Djarot meresmikan revitalisasi TIM dan melakukan beberapa perbaikan sehingga lebih memperbaiki berbagai sektor. Ada pun kala itu hal-hal yang diperbaiki mulai dari perbaikan atap dan basemen di gedung teater Jakarta, perbaikan plafon dan restroom gedung Graha Bakti Budaya.

Setelah revitalisasi tahun 2017, dibawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Baswedan selaku Gubernur mengintruksikan untuk kembali melakukan beberapa revitalisasi TIM dan telah membentuk tim untuk ini.

Untuk pengerjaan revitalisasi TIM nanti, tim revitalisasi diketuai oleh Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah DKI dengan wakilnya adalah Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI.

Revitalisasi juga dalam rangka peringatan 50 tahun TIM

Selain memang untuk memperbaharui beberapa hal, revitalisasi yang rencananya akan dijalankan pada November 2018 nanti sekaligus untuk memberikan ‘kado’ terhadap ulang tahun TIM yang memasuki angka 50 tahun.

Sudah 50 tahun sejak TIM berdiri banyak perubahan-perubahan dilakukan demi mempertahankan dan memperbaiki banyak hal dari gedung tersebut.

Anggaran sebesar 446 juta rupiah telah disetujui pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2018.

Untuk rincian dana tersebut sendiri, dana 273 juta akan digunakan untuk Pelayanan Tim Revitalisasi sedangkan sisanya sebesar 173  akan digunakan untuk review masterplan TIM.

Revitaliasi yang dilakukan kembali ini diharapkan mampu memberikan dampak positif seperti era terdahulunya. TIM sendiri bisa menajadi salah satu tempat untuk berbagai hal sehingga sangat penting untuk melakukan revitalisasi berkala dan paling penting bisa terus menjaga yang telah ada secara berkelanjutan.

Kawasan TIM sendiri selain menjadi tempat pertunjukkan juga terdapat kampus Institut Kesenian Jakarta(IKJ), bioskop dan kafetaria.