All posts by Michele Wright

ASAL USUL TAMAN ISMAIL MARZUKI, RUMAH PARA SENIMAN JAKARTA

ASAL USUL TAMAN ISMAIL MARZUKI

Sembari menyuruput kopi pagi, saya membuka-buka internet. Terlihat beberapa iklan termasuk iklan m88 asia. Namun, saya tertarik mengunjungi iklan terkait taman ismail marzuki. Berikut ini sejarah taman ismail marzuki.

Pada Suatu pagi yang cerah, bang Ali Sadikin menemui tiga orang tamu sebelum ia berangkat kerja di rumahnya, yaitu Ajip Rosidi, Ilen Surianegara, dan Ramadhan K.H. Ketiga orang ini membawa gulungan kertas yang di isinya tercantum bagan mengenai cita-cita dan impian semua seniman yang diciptakan oleh seorang pelukis bernama Oesman Effendi.

Nantinya, hasil pertemuan tersebut akan menjadi histori dalam sejarah perjalanan semua seniman Jakarta. Seketika itu juga, Bang Ali Sadikin, atau sering dipanggil akrab Bang Ali, teringat seniman-seniman yang biasa berada di daerah Pasar Senen. Mereka pun menanyakan eksistensi mereka.

“Para seniman ini tak lagi berkumpul,” Ajip menjawab. Sebagai seorang Gubernur Jakarta yang provinsinya tengah mengembangkan berbagai hal, Bang Ali pun ingin Jakarta menjadi pusat kebudayaan. Bagi bang Ali, Jakarta yang sering kali sibuk dengan geliat ekonomi akan membuatnya gersang. “Kota ini akan jadi gersang andai rohani tak dikembangkan. Kesenian di jakarta harus hidup, tumbuh, serta berkembang di tengah hiruk pikuk,” ucapnya dalam Bang Ali dalam bukunya Demi Jakarta 1966-1977 (1992).

Bang Ali lalu menyuruh para seniman berkumpul dan membicarakan urusan tersebut secara mendetail. Dan akhirnya muncul kesepakatan baru: pusat kesenian nantinya bakal dibangun di jantung ibukota Jakarta. Awalnya, tim akan terdiri dari Asrul Sani, Usmar Ismail, Mochtar Lubis, Pirngadi, Gayus Siagian, Zulharmans, dan Jayakusuma. Para seniman ini bertugas merangkai kepengurusan dari Dewan Kesenian Jakarta atau disingkat menjadi DKJ. Kemudian, DKJ terbentuk dan Trisno Sumardjo menjadi ketuanya.

Tanggal 7 Juni 1968, Ali Sadikin meresmikan DKJ yang anggotanya terdiri dari 25 orang. Semula, Bang Ali Sadikin ini beranggapan para seniman ini tak bakal bisa mengurus dan membuat pusat kesenian yang segera didirikan ini. Menurut pendapat bang Ali Sadikin, semua seniman ialah jenis orang-orang yang tak akan dapat mengurus hal lainnya, karena mereka sendiri tak pandai mengurus diri sendiri.

Namun, Ajip Rosidi meyakinkan bang Ali Sadikin bahwa seniman-seniman tersebut akan dimintai pertanggungjawaban sesudah diberi tanggungjawab ini dan dana, Bang Ali akhirnya setuju. Bang Ali berkomitmen, sebagai gubernur ia tak akan mencampuri urusan pengelolaan pusat kesenian Jakarta ini.

Pemerintah provensi DKI Jakarta lalu menyediakan kemudahan dan juga dana. Bagi Bang Ali, seniman harus diberikan peluang untuk berkembang dengan segala impian, fantasi, angan-angan, fiksi, dan khayalannya. Kemudian, bang Ali menantang seniman-seniman.

Akhirnya, pada tanggal 10 November 1968, Bang Ali Sadikin meresmikan Taman Ismail Marzuki. Acara kesenian dilangsungkan selama tujuh hari sebagai penyambutannya. Ada gending karesmen Sunda, drama, pameran arsip kesusastraan Indonesia, konser dengan solis Iravati Sudiarso, pameran lukisan anak-anak, dan lain sebagainya.

Kopi dan Rokok, Teman Setia Ismail Marzuki Dalam Berkarya

Salah satu tokoh seniman nasional yang juga maestro di dunia kesenian, Ismail Marzuki merupakan tokoh yang sudah sangat dikenal di Indonesia.

Melalui karya-karyanya, Ismail Marzuki mampu memberikan berbagai karya seni dan membuatnya menjadi salah satu seniman yang dibadaikan menjadi monumen bahkan dijadikan menjadi nama gedung kesenian di Cikini yang bernama Taman Ismail Marzuki(TIM).

Dari banyaknya karya fantastis dari Ismail Marzuki, ternyata ada 2 ‘teman’ yang menemani sang Maestro sehingga melahirkan karya-karya fenomenal dan masih dikenal hingga saat ini.

Teman yang dimaksud disini bukanlah seorang teman manusia, melainkan roko dan kopi.

Ya, Ismail Marzuki memiliki kebiasaan unik saat menciptakan sebuah karya seni. Ia sangat gemar begadang dan menyeruput kopi sekaligus merokok dalam proses pembuatan sebuah karya.

Kopi dan rokok ini yang menjadi ‘teman’ sang Maestro hingga akhirnya melahirkan karya-karya yang tetap bisa dinikmati hingga saat ini.

Meskipun begitu, tentu saja kebiasaan ini sebenarnya tidak baik – terlebih, Ismail Marzuki juga memiliki kebiasaan begadang yang membuatnya harus bermasalah dengan kesehatan lantaran hal tersebut.

Meninggal karena kebiasaan hidup yang tidak sehat

Ismail Marzuki meninggal karena penyakit paru-paru basah. Rachmi, anak semata wayang Ismail Marzuki mengatakan bahwa sang ayah memiliki kebiasaan begadang dan juga ngopi di malam hari. Hal ini pula yang didiagnosis menjadi penyebab paru-paru basah yang dialami oleh Ismail Marzuki hingga membuat sang Maestro menutup mata untuk selamanya.

Meskipun sudah meninggal dunia, karya-karya Ismail Marzuki khusunya lagu nasional seperti Gugur Bunga, Halo Halo Bandung, Ibu Pertiwi, Indonesia Pusaka, Melati di Tapal Batas, Mengheningkan Cipta, Rayuan Pulau Kelapa, Selamat Datang Pahlawan Muda, dan Sepasang Mata Bola masih sangat dikenal dan sering dinyanyikan ulang berbagai kalangan.

Tak sedikit yang menjadikan cara berkarya Ismail Marzuki sebagai panutan untuk musisi Indonesia generasi saat ini.

Komponis Addie MS merupakan salah satu musisi ternama Indonesia saat ini yang menjadikan Ismail Marzuki menjadi salah satu tokoh musik nasional yang dikagumi. Kecintaan dan kekaguman Addie MS terhadap Ismail Marzuki juga yang membuat sang komposer ini membuat album album bersama istrinya, Meidyana Maimunah (Memes), yang berisikan sembilan lagu karya Ismail.

Bunga Penutup Abad Sukses Hibur Penonton di TIM

Pementasan teater yang berjudul Bunga Penutup Abad akhirnya sukses dipentaskan di Taman Ismail Marzuki pada Jumat(16/11) silam. Pementasan teater ini sendiri menghadirkan 4 nama besar seperti Reza Rahardian, Marsha Timothy, Lukman Sardi dan Chelsea Islan.

Para pemain teater Bunga Penutup Abad setidaknya menghabiskan sekitar 3 bulan untuk latihan pertunjukkan ini. Dengan kerja keras latihan yang cukup lama tersebut, pementasan ini pun akhirnya berhasil memuaskan para penonton yang menghadiri TIM pada Jumat tersebut.

Cerita teater ini merupakan kisah tentang Nyai Ontosoroh yang merupakan adaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer.

Wawan Sofwan yang merupakan sutradara dari pertunjukkan ini mengaku senang dengan pementasan yang sudah dilangsungkan di TIM tersebut. Ia juga sangat bangga dengan para pemain yang mampu all out mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk pementasan tersebut.

Perjuangan latihan selama 3 bulan akhirnya tuntas terbayar dengan penampilan para pemain Bunga Penutup Abad dengan sukses di gedung kesenian tersebut.

Cerita menarik serta maksimalnya para pemeran

Para pemain yang sudah berlatih 3 bulan akhirnya bisa memberikan pertunjukkan yang bisa mengapai apresiasi baik bagi pembuat maupun penonton. Cerita menarik yang dikemas epik serta dimainkan dengan sangat cantik oleh para pelakon membuat Bunga Penutup Abad menjadi salah satu pertunjukkan tetar terbaik tahun ini.

Memang membawa nama besar dalam sebuah pertunjukkan teater menjadi salah satu startegi yang digunakan guna mencari pangsa pasar.

Bukan hanya bermodalkan nama besar, teater Bunga Penutup Abad karya sutradara Wawan Sofwan sukses menghadirkan pertunjukkan berkelas. Mulai dari jalan cerita hingga akting dari masing-masing pemain yang ada dan pemain pendukung, semuanya terpadu menjadi satu dan menghadirkan pertunjukkan berkelas yang menyisahkan kenangan manis bagi para penontonya.

Akting apik dari Chelsea Islan dan Reza Rahardian yang merupakan idola anak muda saat ini sukses membawa penonton terbawa suasa dengan alur cerita yang menarik. Selain itu, peran Marsha Timothy dan Lukman Sardi juga mampu membawa penonton lebih mendapatkan emosi dalam jalan cerita teater Bunga Penutup Abad ini.

Pemprov DKI Jakarta Akan Rombak TIM

Setelah merayakan 50 tahun Taman Ismail Marzuki beberapa hari lalu, Pemprov DKI Jakarta mencanangkan akan melakukan revitalisasi Taman Ismail Marzuki tahun depan. Perombakan besar tampaknya sudah dipersipakan oleh Pemprov DKI Jakarta karena telah mempersiapkan anggaran yang tidak main-main.

Setidaknya untuk tahun 2019, dana sebesar 500 miliar telah dipersiapkan untuk melakukan reviltasisasi besar-besaran gedung kesinian ini. Selain dana 500 miliar, nantinya tahun 2020, dana tambahan sebesar 1.3 triliun juga akan menjadi suntikan terbaru untuk TIM hingga mewujudkan renovasi sesuai dengan masterplan yang dicanangkan oleh pihak terkait.

Salah satu hal yang cukup menarik dari perombakan besar-besaran ini adalah dengan tidak adanya lagi bioskop yang berada di kawasan itu.

Seperti yang diketahui, dalam kawasan TIM memang terdapat bioskop XXI. Bioskop ini ternyata tidak akan masuk dalam rencana masa depan TIM sehingga nantinya bioskop tersebut tidak akan ada lagi dalam kawasan TIM.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Asiantoro mengatakan bahwa pihak bioskop tidak akan mempermasalahkan hal ini, karena memang gedung tersebut milik Pemprov DKI Jakarta dan statusnya hanya disewakan dan kontraknya tidak akan diperpanjang lantaran akan dilakukan perombakan di TIM.

Mau dirombak apa TIM dengan dana besar tersebut?

Belum ada penjelasan rinci mengenai apa saja nantinya yang akan dirombak di TIM dengan dana besar hingga mencapai 1.7 T dari 2 tahun perombakan.

Yang jelas, menurut Asiantoro  – nantinya TIM akan terbuka untuk seniman yang ingin melakukan pertunjukkan di gedung tersebut. Tim perwakilan dari Pemprov DKI Jakarta yang akan melakukan seleksi terlebih dahulu sebelum seniman ini diperkenankan untuk menggunakan berbagai fasilitas yang ada di TIM.

Terdapat beberapa standar yang ditetapkan oleh Pemprov DKI Jakarta sebelum mempersilahkan seniman untuk tampil di gedung kesenian ini. Asiantoro mengatakan tidak boleh seniman yang tampil di TIM merupakan seniman yang terkesan asal-asalan, melainkan harus memiliki karya yang layak untuk ditampilkan.

Dana besar untuk revitalisasi TIM ini memang menyisakan tanda tanya untuk saat ini. Dengan dana yang begitu besar, bakal dirombak seperti apa nantinya TIM? hm patut ditunggu.

Dukung #50TahunTIM, Transjakarta Bakal Sediakan Shuttle Bus Gratis

Taman Ismail Marzuki tengah memasuki bulan peringatan 50 tahun berdirinya taman kesenian sekaligus salah satu ikon penting di Jakarta. Berbagai kegiatan serta bintang tamu menarik akan mendukung dan menyukseskan 50 tahun Taman Ismail Marzuki khususnya tanggal 10 hingga 11 November nanti.

Acara dalam rangka peringatan 50 tahun TIM ini pun mendapat dukungan dari PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) yang akan menyediakan shuttle bus gratis bagi masyarakat yang ingin ke TIM melalui 2 stasiun dekat lokasi TIM yaitu st Cikini dan st Gondangdia.

Perayaan 50 tahun TIM sendiri sudah diselenggarakan dari tanggal 7 November, tetapi puncak acara ini akan berlangsung dari 10 hingga11 November dan untuk mendukung puncak acara, Transjakarta akan memberikan layanan antar jemput dari stasiun tadi ke lokasi acara.

Direktur Operasional Transjakarta Daud Joseph mengatakan pihaknya akan melakukan koordinir terhadap pengunjung dari berbagai lokasi yang menggunakan KRL dan turun di stasiun Cikini maupun Gondangdia.

Untuk bisa menggunakan layanan ini, masyarakat bisa menggunakan dari jam 5 pagi hingga jam 10 malam. Adanya shuttle bus gratis ini akan memudahkan pengunjung TIM yang ingin menyaksikan event menarik di lokasi acara.

Peringatan 50 tahun Taman Ismail Marzuki

Rencananya, tanggal 10-11 akan menjadi puncak acara dari peringatakan 50 tahun Taman Ismail Marzuki. Sudah berjalan 50 tahun lamanya, TIM menjadi salah satu tempat yang memiliki sejarah panjang di Jakarta.

Selain memang menjadi tempat pertunjukkan kesenian, lokasi TIM juga menjadi lokasi kampus Institut Kesenian Jakarta.

Selain kampus, terdapat berbagai tempat menarik di kawasan TIM yang menjadi salah satu tujuan rekreasi warga Jakarta dan sekitarnya saat akhir pekan.

TIM menjadi salah satu kon penting Jakarta dan beberapa tahun terakhir terus mendapatkan perhatian dari Pemprov DKI Jakarta yagn melakukan beberapa pembenhan dan perbaikan sehingga terlihat lebih modern tetapi tidak meninggalkan rasa seni-nya.

Bagi kamu yang belum ada rencana pada akhir pekan nanti. Yuk, mari saksikan berbagai pertunjukkan menarik di TIM dalam rangka 50 tahun peringatan TIM. Acara ini akan dihadiri sederet seniman papan atas dan yang paling penting, acara ini gratis tanpa dipungut biaya! don’t miss it!

 

TIM Adakan Banyak Pertunjukkan Rayakan 50 Tahun

Untuk merayakan ulang tahun Taman Ismail Marzuki(TIM) yang ke-50, tanggal 7 hingga 11 November 2018 mendatang akan diadakan berbagai acara menarik di tempat tersebut. Tidak tanggung-tanggung, berbagai bintang tamu yang didatangkan merupakan nama-nama besar.

TIM merupakan salah satu gedung pertunjukkan kesenian yang sudah berdiri sejak lama. Berada di kawasan Cikini, TIM memiliki berbagai gedung kesenian dan juga kampus. Di kawasan tersebut, terdapat salah satu kampus yang dikenal melahirkan banyak kesenian. Kampus tersebut adalah Institut Kesenian Jakarta.

Selain kampus, di kawasan TIM juga terdapat tempat makan hingga hiburan untuk keluarga.

Dari banyaknya kegiatan disana, TIM terus dikembangkan dan dijaga sehingga lebih modern dan menjadi salah satu alternatif hiburan yang bisa dikunjungi oleh masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Perayaan 50 tahun TIM ini mengundang sederet nama besar seperti Brisia Jodie, Kunto Aji, Maliq & d’essentials, Gugun Blues Shelter serta sederet nama beken lainnya.

Tanpa dipungut biaya!

Perayaan ulang tahun ke-50 TIM ini menjadi salah satu kegiatan sekaligus hiburan untuk masyarakat Jakarta dan sekitarnya yang datang kesana. Eitss! tenang, acara ini tidak dipungut biaya apa pun alias gratis.

Nah, bagi kamu yang belum tau mau kemana pada tanggal 7-11 November mendatang, kamu bisa mengunjungi TIM untuk melihat berbagai pertunjukkan yang menarik dalam rangka 50 tahun TIM.

Untuk puncak acara perayaan 50 tahun TIM ini sendiri akan diselenggarakan pada tanggal 10-11 November.

Untuk ke lokasi ini pun, kamu bisa menggunakan berbagai alternatif transportasi umum. Mulai dari bus hingga kereta, kamu bisa memilih transportasi yang cocok menuju lokasi karena lokasinya yang memang strategis. Jika ingin membawa kendaraan pribadi, pastikan untuk bersabar karena pasti akan padat.

Ayo ajak keluarga, teman, pasangan, selinguhan, kerabatan dan lainnya ke TIM menyaksikan perayaan 50 tahun TIM tanggal 7-11 November 2018 mendatang. Sampai berjumpa disana!

Buya Hamka, Sastrawan Yang Juga Seorang Ulama

Indonesia memiliki banyak tokoh berpengaruh baik pada zaman kini maupun pada zaman yang telah lewat. Berbagai tokoh Indonesia untuk berbagai bidang bukan hanya disegani di negeri sendiri, berbagai tokoh dari Indonesia juga dikenal hingga keluar negeri.

Salah satu tokoh besar asal Indonesia adalah Abdul Malik Karim Amrullah atau yang lebih dikenal dengan panggilaln Buya Hamka.

Lalu, siapa Buaya Hamka?

Buya Hamka merupakan tokoh Indonesia dengan 2 bidang besar yang digeluti. Buya Hamka dikenal sebagai seorang ulama besar Indonesia, selain itu – tokoh asal Sumatera Barat ini juga dikenal sebagai seorang sastrawan dengan karyanya yang melegenda seperti Di Bawah Lindungan Ka’bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.

Bisa dikatakan, Buya Hamka memiliki pengaruh yang cukup besar di Indonesia untuk dunia Islam dan dunia Sastra. Hal yang tampaknya belum bisa dicapai oleh tokoh-tokoh Indonesia hingga saat ini.

Usia 15 tahun sudah merantau ke Pulau Jawa

Pencapaian Buya Hamka baik sebagai seorang Ulama maupun Sastrawan tak terlepas dari keberaniannya. Memasuki usia 15 tahun, Hamka remaja sudah nekat merantau ke Pulau Jawa. Ia bahkan dijuluki “Si Bujang Jauh” oleh sang Ayah karena kebiasannya yang menjauh dari orang tuanya sendiri.

Meskipun Hamka saat pergi ke Pulau Jawa tidak memberitahu Ayah-nya, tetapi langkah ini pula yang mengantarkan Hamka mengenal dan belajar lebih dalam mengenai agama Islam.

Saat ke Jogja, Buya Hamka belajar tafsir Al-Qur’an dari Ki Bagus Hadikusumo. Dari sini pula awalnya Hamka bergabung dengan Sarekat Islam dan mengikuti berbagai kursus yang diadakan oleh organisi Islam tersebut.

Saat masih muda, Buya Hamka juga belajar dari orang-orang besar Indonesia seperti antara gurunya waktu itu adalah HOS Tjokroaminoto dan Suryopranoto. Dari kedua tokoh itu pula Hamka memiliki gagasan serta politik.

Di Tanah Jawa, Hamka mempelajari banyak hal mengenai Islam.

Memiliki ilmu keagamaan yang kuat, Buya Hamka menaruh berbagai gagasannya melalui karya tulis atau sastra. Mulai dari nasionalisme serta pandangan lainnya, ia torehkan dalam bentuk tulisan.

Selain itu, Buya Hamka juga suka menulis fiksi sehingga melahirkan 2 karya fenomenal seperti Di Bawah Lindungan Ka’bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.

Sosok Buya Hamka hingga kini menjadi salah satu refensi baik ilmu keagamaan dan sastra yang banyak dicontoh oleh generasi saat ini.

TIM Akan Adakan Banyak Event Kesenian Jelang Akhir Tahun

Tak terasa tahun 2018 hanya menyisakan 3 bulan kurang. Bagaimana resolusi 2018 yang awal tahun telah kamu persiapkan, apakah sudah terpenuhi? atau masih berusaha untuk mewujudkan? 😀

Menjelang akhir tahun, biasanya akan ada banyak sekali berbagai event menarik yang diadakan baik oleh pemerintah maupun oleh pihak-pihak swasta. Nah, di Jakarta, menjelang akhir tahun nanti Taman Kesenian Jakarta(TIM) akan mengadakan berbagai event kesenian menjelang akhir tahun.

Rencananya, pelaksanaan event kesenian di TIM akan dilangsungkan dari bulan November hingga Desember 2018 mendatang.

Kabar tentang akan diselenggarakannya berbagai kegiatan kesenian di TIM ini dipastikan oleh Unit Pengelola (UP) TIM mengatakan “Menjelang akhir tahun ini kami bersama Dewan Kesenian Jakarta akan menggelar beragam event kesenian di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat,” saat diwawancarai oleh Berita Jakarta, Jumat (19/10).

Ada pun kesenian yang akan ditampilkan di TIM nanti meliputi pertunjukan tari, teater, sastra, musik, seni rupa dan lainnya.

Diakan oleh UP TIM dan Dewan Kesenian Jakarta(DKJ)

Event yang akan diselenggarakan untuk menyambut akhir tahun ini merupakan gagasan yang diusulkan oleh UP TIM serta DKJ untuk memberikan ruang bagi seniman untuk memamerkan karyanya, serta hiburan bagi masyarakat sekitar.

Beberapa lokasi yang akan digunakan untuk mengadakan event kesenian menjelang akhir tahun seperti Graha Bhakti Budaya, di Galeri Cipta II, di Galeri Cipta III. Selain tempat-tempat tadi, Teater Jakarta serta venue lainnya juga akan digunakan untuk menggelar berbagai pertunjukkan kesenian.

Selain UP TIM dan DKJ, event ini juga mengajak banyak pihak untuk berkolaborasi demi menyukseskan acaranya. Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud), Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), lembaga-lembaga kebudayaan, masyarakat seniman dan masih banyak pihak lainnya akan turut mendukung dan menyukseskan acara ini.

Bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya, event di TIM nanti bisa menjadi alternatif untuk mengisi hiburan dikala menyambut akhir tahun.

Hiburan event kesenian ini sangat cocok bagi segala kalangan – ini bisa menjadi pilihan khususnya saat ingin mengisi hari libur seperti akhir pekan.

Cara Melihat Informasi Event di TIM

Sebagai salah satu gedung pertunjukkan seni yang masih eksis dan sering digunakan, Taman Ismail Marzuki(TIM) melengkapi berbagai hal guna memudahkan mencari informasi tentang tempat ini.

Mulai dari lokasi hingga pertunjukkan, semuanya bisa diakses melalui laman web yang telah dimiliki oleh TIM.

Untuk bisa mencari informasi mengenai event apa saja yang akan segera berlangsung dan tentang informasi yang sudah lewat, kamu bisa mengakses melalui http://tamanismailmarzuki.jakarta.go.id/venue.

Dari halaman tersebut, informasi mengenai acara apa saja yang akan berlangsung di TIM bisa kamu temukan. Selain informasi itu, kamu juga bisa melakukan reservasi dan informasi mengenai cara reservasi tempat untuk pertunjukkan.

Ada 6 venue di TIM yang bisa digunakan untuk mementaskan pertunjukkan. 6 venue yang ada di TIM tersebut terdiri dari :

  1. Teater Besar
  2. Teater Kecil
  3. Graha Bakti Budaya
  4. Gedung Kesenian Jakarta
  5. Gedung Kesenian Miss Tjijih
  6. Gedung Wayang Orang Bharata

Pusat pertunjukkan kesenian di Jakarta

TIM menjadi salah satu tempat untuk pusat kegiatan berbagai bertunjukkan kesenian di Jakarta. Mulai dari teater, tari hingga mini konser, semua pergelaran kesenian sudah banyak dipentaskan di TIM.

Sebagai Ibu Kota, Indonesia, Jakarta memiliki sisi lain diluar kota Bisnis dan Pemerintahannya.

Menyaksikan pertunjukakn di TIM bisa menjadi salah satu hiburan alternatif yang bisa dipilih oleh masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Banyak pertunjukkan kesenian secara rutin dilangsungkan di TIM, dan melalui laman http://tamanismailmarzuki.jakarta.go.id/venue, kamu bisa melihat jadwal pertunjukkan apa saja yang akan dilangsungkan di TIM.

Kemudahan informasi ini membuat masyarakat Jakarta dan sekitarnya bisa mencari info hiburan live dengan mudah. Kamu juga bisa memesan langsung tiket pertunjukkan yang sedang berlangsung melalui halaman event yang sedang berlangsung.

Bagi pegiat seniman yang ingin melangsungkan pementasan di TIM, kamu bisa menanyakan informasi lebih lanjut melalui http://tamanismailmarzuki.jakarta.go.id/contact.

 

Orang-orang Berduit Akan Pentas di TIM

Komedi menjadi salah satu cara yang sangat ampuh untuk menyampaikan kritik. Di Indonesia, Warkop DKI yang merupakan grup Lawak legendaris telah menerapkan hal itu. Warkop DKI membuat berbagai film dan mengangkat berbagai kritik dalam bentuk satir(sarkasme) dan tetap bisa menghibur.

Warkop DKI hanyalah segelintir dari berbagai seniman Indonesia yang mencoba menyampaikan kritik dan berbagai hal menarik lain melalui sebuah karya seni.

Di Taman Ismail Marzuki(TIM), tanggal 5-6 Oktober 2018 mendatang akan tersaji salah satu pertunjukkan seru yang wajib ditonton. Pertunjukkan ini berjudul “Orang-orang berduit”.

Orang-orang Berduit ini akan dimainkan oleh banyak seniman terkenal mulai dari Butet Kartaredjasa, Cak Lontong, Akbar hingga Desy JKT48.

Pertunjukkan ini akan menceritakan tentang dua orang kaya dengan tampilan eksentrik yang memiliki persaingan dan permusuhan antar keduanya.

Agus Noor sebagai sutradara menggabungkan misteri, action serta roman dalam satu pertunjukkan yang terkemas dalam “Orang-orang Berduit” ini.

Pertunjukkan ini juga berisikan intrik politik antara 2 orang berduit si Nyonya dan si Tuan yang mencoba menyembunyikan permusuhannya dari publik. Lalu siapa kah tokoh ini dan bagaimana permusuhan, konflik dari mereka berdua? jawabannya bisa Anda temukan pada tanggal 5-6 Oktober 2018 di ruangan Graha Bakti Budaya, TIM.

Tiket masuk dan waktu

Pertunjukkan pentas “Orang-orang Kaya” ini merupakan hasil dari Program Indonesia Kita 2018. Pementasan ini merupakan pementasan ke-30 yang dilakukan oleh Program Indonesia Kita 2018.

Untuk pementasan “Orang-orang Kaya” ini bisa disaksikan pada tanggal :

5 Oktober 2018, pukul 20:00-selesai

6 Oktober 2018, pukul 14:00-selesai dan 20:00-selesai

Untuk tiket masuk menyaksikan pementasan ini :

PLATINUM : Rp. 750.000

VVIP : Rp. 500.000

VIP : Rp. 300.000

BALKON : Rp. 150.000

Untuk pemesan tiket bisa melalui :

www.kayan.co.id

www.blibli.com

Dan informasi lebih lanjut bisa menghubungi :

Kayan Production & Communications

0856-9342-7788 / 0895-3720-14902 / 0813-1163-0001

Saksikan keseruan dari pementasan “Orang-orang Berduit” tanggal 5-6 Oktober di Graha  Bakti Budaya, TIM. Grab it fast, now!