Category Archives: Festival Budaya

Meriahnya Festival Kesenian Pesisir Utara Jawa Timur

Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) adalah salah satu kegiatan dan upaya masyarakat Jawa Timur untuk melestarikan kesenian dan budaya lokal daerah. Festival ini pertama kali diadakan tahun 2007 di Surabaya dan diselenggarakan secara rutin setiap tahun di tempat yang berbeda. FKPU merupakan ajang hasil kerjasama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur dengan pemerintah lokal setempat di kota tuan rumah penyelenggaraan FKPU.

Biasanya FKPU diselenggarakan sebagai salah rangkaian acara peringatan hari jadi Provinsi Jawa Timur yang jatuh pada tanggal 11 November. FKPU diikuti oleh 14 kota dan kabupaten di Jawa Timur yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Tuban, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Situbondo, Kota Pasuruan, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Bangkalan.

FKPU umumnya diselenggarakan selama 2 hingga 3 hari berturut-turut dengan menampilkan pentas seni dan pameran budaya dari daerah-daerah yang menjadi peserta FKPU. Di tahun 2020 ini, FKPU menampilkan pertunjukan seni teater, pameran dan workshop kesenian dan budaya lokal, serta pentas seni adat daerah setempat.

FKPU ke-14 tahun 2020 diselenggarakan di Kota Pasuruan. Ajang seni dan budaya ini merupakan hasil kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur. Beberapa pihak lain juga ikut terkait dengan penyelenggaraan festival ini, diantaranya adalah organisasi Pasuruan Inspiratif dan P3GI.

Pada tahun 2019 lalu, FKPU diselenggarakan di Kabupaten Sampang. Acara FKPU tahun lalu lebih lama dibandingkan dengan tahun ini, yaitu 3 hari, sedangkan pada tahun ini hanya diselenggarakan selama 2 hari. Alasan keamanan dan protokol kesehatan tentunya menjadi pertimbangan untuk beberapa perubahan pada FKPU tahun ini. 

Pada tahun lalu, FKPU terkesan lebih meriah dengan diikuti sekitar 3.500 peserta. Selain pertunjukan seni dan fashion show busana batik, acara FKPU tahun lalu juga dimeriahkan dengan acara pawai budaya dan pameran kuliner dari daerah peserta FKPU.

Salah satu tujuan diselenggarakannya ajang FKPU adalah untuk meningkatkan perekonomian daerah di Jawa Timur. Dengan adanya FKPU, pusat seni dan budaya di Jawa Timur tidak hanya berpusat di Surabaya, tetapi daerah-daerah lain di Jawa Timur juga diharapkan dapat memperkenalkan seni dan budayanya. Selain itu, acara ini diharapkan akan mendatangkan pengunjung ke kabupaten tuan rumah FKPU, sehingga juga akan mendongkrak sektor pariwisata di daerah tersebut.

 

Taman Benyamin Sueb, Taman Kesenian Baru di Jakarta

Di Jakarta, terdapat beberapa gedung kesenian seperti Taman Ismail Marzuki, Gedung Kesenian Jakarta dan beberapa tempat populer lainnya. Kini, jumlah gedung kesenian di Jakarta bertambah setelah diresmikannya Taman Benyamin Sueb.

Konsep Taman Benyamin Sueb ini nantinya akan dibuat seperti Taman Ismail Marzuki yang terletak di kawasan Cikini.

Taman Benyamin Sueb terletak di seberang stasiun Jatinegara. Gedung ini sebelumnya bernama gedung eks Kodim 0505/JT dan dirombak serta dialih fungsikan menjadi pusat kesenian Betawi.

Nantinya, Taman Benyamin Sueb akan digunakan untuk berbagai kegiatan seni dan kebudayaan khususnya Betawi.

Kepala Seksi Sejarah dan Permusiuman Disparbud DKI Jakarta Rus Suharto mengungkapkan, konsep Taman Benyamin Sueb ini nantinya akan dibuat seperti Taman Ismail Marzuki yang berada di Cikini.

Renovasi tanpa menghilangkan keaslian bangunan

Perombakan Taman Benyamin Sueb ini akan dilakukan secara bertahap untuk menjaga keaslian dari bangunan yang ada.

Gedung ini merupakan salah satu gedung peninggalan yang sudah cukup tua sehingga perlu dilakukan beberapa renovasi sehingga bisa membuat Taman Benyamin Sueb menjadi salah satu tempat pertunjukkan kesenian dan budaya alternatif yang ada di Jakarta.

Permasalahan listrik juga secara bertahap akan diperbaiki demi menunjang berbagai kegiatan di tempat tersebut nantinya. Ini membutuhkan waktu sehingga segala sesuatunya dilakukan secara bertahap.

Sebelumnya, Taman Benyamin Sueb ini juga dikenal dengan nama Landhuizen Meester Cornelis atau Rumah Meester Cornelis. Gedung ini merupakan salah satu gedung bersejarah peninggalan Belanda, sehingga sangat perlu bagi pemerintah daerah serta partisipasi masyarakat untuk menjaga dan melestarikan gedung ini khususnya karena sudah dialihfungsikan menjadi taman kesenian.

Menyambut ‘kelahiran’ Taman Benyamin Sueb ini, sejumlah acara diselenggarakan bulan September ini atau tepatnya dari 16-22 September.

Bagi kamu yang penasaran dan ingin melihat berbagai seni dan kebudayaah khas Betawi, bisa langsung mengunjungi Taman Benyamin Sueb yang berada di seberang stasiun Jatinegara. Untuk menuju lokasi ini, ada banyak pilihan transportasi umum – mulai dari bus, kereta atau yang lainnya.

Pameran Kuliner Budaya Betawi Diadakan di TIM

Kuliner menjadi salah satu daya tarik dari sebuah daerah sehingga membuat banyak orang penasaran dan ingin mencoba langsung. Di Indonesia, berbagai daerah memiliki berbagai macam kuliner atau makanan tradisional yang sangat lezat bahkan diakui dunia.

Rendang dan Nasi Goreng yang merupakan makanan khas dari Indonesia bisa dikenal dunia dan menjadi makanan paling lezat di dunia. Selain 2 makanan tersebut, Indonesia masih memiliki aneka macam kuliner khas daerah yang juga tidak kalah lezat dibandingkan 2 makanan tersebut.

Di daerah Jakarta misalnya, makanan khas Betawi menjadi kuliner wajib yang harus dicoba ketika mengunjungi ibu kota Indonesia ini.

Selain menjadi pusat bisnis dan pemerintahan, Jakarta juga memiliki berbagai makanan lezat khas daerah tersebut. Gabus Pucung, Soto Betawi, Kerak Telor dan beberapa kuliner lain merupakan kuliner tradisional Jakarta yang wajib dicoba. Mungkin sebagian makanan khas Betawi tidak terlalu familiar, dan karena hal itu muncul festival kuliner budaya Betawi yang baru-baru ini dilaksanakan di Taman Ismail Marzuki(TIM).

Festival internasional kuliner dan budaya Betawi di TIM

Pada tanggal 9 hingga 11 Maret lalu, di TIM terdapat acara kebudayaan dan kuliner khas Betawi. Ini merupakan salah satu cara untuk melestarikan budaya serta kuliner khas Betawi yang mulai terlupakan.

Dikutip dari kulinermagazine.com, Siti Djumiadini, Ketua DPD APJI(Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia) DKI Jakarta mengatakan, “Kami namakan Festival Budaya Betawi agar masyarakat menyadari pentingnya pelestarian budaya daerah, dalam hal ini budaya betawi,

Dalam festival tersebut – menampilkan berbagai makanan khas dari Betawi yang saat ini sangat langka dan tidak banyak diketahui oleh orang banyak. Bubur Ayam Ase misalnya, kuliner ini merupakan perpaduan bubur, asinan dan semur daging yang sangat langka dijumpai dan pengunjung di TIM dapat mencoba kuliner khas Betawi tersebut.

Pemerintah DKI Jakarta sendiri melibatkan berbagai lapisan masyarakat untuk menyukseskan acara ini. Mulai dari tingkat terbawah RT hingga Kecamatan, semua terlibat dalam menyukseskan acara kebudayaan dan kuliner khas Betawi ini.