Category Archives: Pertunjukan

Tari Topeng: Kesenian Indonesia Penyebar Ajaran Islam di Masa Lampau

Indonesia adalah negeri yang kaya akan budaya dan seni. Salah satu kesenian tradisi Indonesia yang unik dan terjaga kelestariannya hingga kini adalah Tari Topeng yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat.

Tari Topeng ini sebenarnya berasal dari Jawa Timur dan sudah ada sejak abad ke-10 Masehi pada saat pemerintahan Prabu Panji Dewa, pemimpin kerajaan Jenggala. Kemudian Tari Topeng ini dibawa oleh seorang seniman ke tanah Cirebon, dan mengalami akulturasi dengan kebudayaan setempat di masa itu. Selanjutnya Tari Topeng semakin dikenal masyarakat luas dan menyebar dengan cepat ke daerah lain di Jawa Barat seperti Majalengka, Subang, Indramayu, dan Jatibarang. Tari ini juga menyebar ke wilayah Jawa Tengah yang dekat dengan Cirebon seperti Losari dan Brebes.

Pada masa kepemimpinan Sunan Gunung Jati dan Sunan Kalijaga di Cirebon, pertunjukan Tari Topeng digunakan sebagai salah satu pertunjukan hiburan di kalangan keraton dan sebagai alat untuk menyiarkan agama Islam.

Tari Topeng Cirebon bermakna lebih dari sekedar pertunjukan tari biasa. Pertunjukan ini mengandung banyak simbol yang bermakna yang disampaikan kepada para penontonnya. Simbol-simbol tersebut ditunjukkan melalui variasi jenis dan warna topeng, jumlah topeng, dan jumlah gamelan yang mengiringi tarian.

Simbol-simbol yang ingin disampaikan kepada penonton diantaranya adalah berupa pesan yang mengandung nilai kebijaksanaan, kepemimpinan, dan cinta kasih, yang tertuang dalam sebuah pertunjukan tari dengan topeng yang beraneka ragam sesuai dengan karakter yang dimainkan oleh penari.

Pada pertunjukan Tari Topeng, penari memakai topeng yang terbuat dari kayu untuk menutupi wajahnya. Kayu yang digunakan untuk membuat topeng diantaranya adalah kayu mangga, kayu waru, dan kayu jaran. Topeng yang dipakai penari menunjukkan karakter tersendiri yang sesuai dengan jenis tarian yang dibawakan.

Jumlah topeng yang ditampilkan dalam pertunjukan Tari Topeng total ada sembilan topeng, yang terdiri atas lima topeng pokok yaitu topeng panji, topeng samba atau pamindo, topeng rumyang, topeng tumenggung atau patih, dan topeng kelana atau rahwana. Jika lakon yang dipertunjukkan adalah Panji Gandrung, Panji Bilowo, dan Jaka Blowo, maka ada empat topeng lainnya yaitu topeng pentul, topeng sumbelep, topeng jinggananom, dan topeng aki-aki.

Lima topeng pokok yang digunakan dalam pertunjukan Tari Topeng disebut juga Topeng Panca Wanda yang artinya topeng lima watak. Kelima topeng tersebut mencerminkan lima karakter dari individu yang berbeda. Topeng Panji menggambarkan karakter bayi yang masih polos, Topeng Pamindo mencerminkan karakter ksatria, dan Topeng Patih menggambarkan sosok yang dewasa dan bijak.

 

Seni Ketoprak: Seni Teater Tradisional dari Jawa Tengah

Ketoprak merupakan salah satu seni tradisional dari Jawa yang banyak dikenal masyarakat luas. Ketoprak yang akan kita bahas ini bukan nama makanan khas dari Betawi, ya. Meskipun ada kesamaan nama, namun ketoprak yang berasal dari Jawa Tengah ini adalah salah satu bentuk seni teatrikal yang sangat kental dengan kebudayaan Jawa.

Ketoprak awalnya diciptakan pada awal abad ke 19 di masa penjajahan, oleh seorang musisi dari Keraton Surakarta. Awalnya ketoprak diadakan sebagai ajang untuk berkumpulnya masyarakat pada masa itu. Pada masa penjajahan, masyarakat tidak dibolehkan untuk berkerumun atau berkumpul. Karena itu diciptakanlah seni ketoprak ini sebagai agar masyarakat dapat berkumpul tanpa dibubarkan penjajah.

Nama ketoprak sendiri berasal dari kata “keprak” yaitu dalam bahasa Jawa berarti memukul kentongan. Kentongan adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan masyarakat sebelum pertunjukan dimulai. Akhirnya pertunjukan yang ditampilkan setelah kentongan di-”keprak” disebut sebagai ketoprak.

Ketoprak merupakan pertunjukan panggung yang menampilkan kisah-kisah masyarakat Jawa, dari legenda, cerita rakyat, hingga cerita kehidupan sehari-hari. Biasanya pertunjukan ini mengandung unsur tarian dan hiburan. Kostum yang dipakai para pemain biasanya mengikuti tema cerita yang dibawakan. Bahasa yang digunakan dalam pertunjukan ini adalah bahasa Jawa.

Pertunjukan seni ketoprak umumnya menggunakan dialog secara spontan. Para pemain atau lakon mengetahui tema cerita yang akan dibawakan, namun tidak ada naskah dialog yang pasti. Dialog banyak dilakukan secara spontan saat di atas panggung, dan dapat mengandung unsur senda gurau untuk menghibur.

Pertunjukan ketoprak umumnya diiringi dengan alat musik. Pada abad ke 19, ketoprak yang dimainkan di keraton Surakarta dimainkan dengan iringan gamelan, kendang, terbang, dan seruling. Lalu saat mulai banyak dikenal masyarakat luar keraton, alat musik yang mengiringi ketoprak dapat ditambah dengan gitar, biola, gong, dan lainnya.

Pada awalnya, ketoprak hanya dipertunjukkan dalam lingkungan keraton Surakarta. Lalu lambat laun kesenian ini semakin berkembang di masyarakat, dan akhirnya mengalami perkembangan yang pesat di Yogyakarta. Pada tahun 1950-an, pertunjukan ketoprak disiarkan di RRI Yogyakarta, sehingga semakin banyak dikenal masyarakat.

Salah satu tokoh yang menggiatkan kesenian ketoprak hingga ke kancah nasional adalah Teguh Srimulat, yang memulai pertunjukan ketoprak pada tahun 1970-an di gedung kesenian ketoprak di Taman Balekambang Solo. Kelompok seni ketoprak yang dipelopori oleh Teguh Srimulat ini lalu semakin terkenal di tanah air dalam dunia hiburan, diantaranya Gepeng, Mamiek Prakoso, dan Nunung.

Janger Banyuwangi: Seni Tradisional Paduan Budaya Jawa dan Bali

Memang tidak diragukan lagi jika daerah Jawa Timur menyimpan banyak sekali kesenian tradisional yang menarik dan artistik. Salah satu kesenian dari Jawa Timur yang artistik dan menawan serta tak lekang oleh zaman, adalah seni pertunjukan Janger Banyuwangi.

Janger Banyuwangi merupakan seni teatrikal yang unik, karena mengandung paduan unsur seni budaya Jawa dan Bali. Seni teatrikal Janger Banyuwangi menggunakan bahasa pengantar bahasa Jawa krama dan menampilkan cerita tradisional dari daerah Jawa. Namun beberapa komponen lain seperti kostum, tari, dan alat musik yang digunakan untuk mengiringi pertunjukan ini memiliki kemiripan dengan seni dan budaya Bali. Gending sebagai salah satu alat musik yang digunakan pada kesenian tradisional ini khas dari daerah Banyuwangi.

Sebagai kota yang terletak di ujung timur provinsi Jawa Timur, Banyuwangi memang sangat dekat dengan Bali. Karena itu tidak heran jika ada seni dan budaya yang bersifat hibrid atau merupakan paduan antara kebudayaan Jawa dengan Bali yang berasal dari daerah ini, misalnya Janger Banyuwangi.

Seni Janger juga sering disebut juga sebagai Damarwulan atau Jinggoan. Istilah ini diambil karena cerita yang dipertunjukkan oleh seni Janger ini biasanya adalah cerita tentang lakon Minakjinggo dari kerajaan Blambangan yang melawan Damarwulan dari kerajaan Majapahit. Istilah Jinggoan diambil dari lakon utama pada cerita cerita tersebut, yaitu Prabu Minakjinggo. Sedangkan nama Janger sendiri diambil karena kesenian ini sangat kental dengan budaya Bali pada pemilihan kostum pemain, musik, dan tariannya. Sementara cerita yang Damarwulan dan Minakjinggo yang ditampilkan secara teatrikal pada seni Janger ini bersumber dari kesenian Langendriya dari lingkungan keraton Yogyakarta.

Seni Janger Banyuwangi awalnya diciptakan sekitar abad ke-19 oleh seorang pedagang yang berasal dari Banyuwangi yang sering mengunjungi Bali. Pecinta seni teater yang bernama Mbah Darji ini kemudian bertemu dengan seorang seniman musik dan akhirnya memiliki ide untuk menggabungkan seni musik tradisional Bali dengan cerita Jawa dalam sebuah pertunjukan.

Seni Janger ini pun semakin terkenal. Pada zaman kemerdekaan, penduduk Banyuwangi menggunakan seni Janger ini sebagai salah satu media untuk menyatukan masyarakat tanpa mengundang kecurigaan prajurit Belanda.

Saat ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan seni Janger Banyuwangi sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda, dan kesenian ini sedang diajukan ke UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia.

Umbul Donga: Tradisi Seni dan Budaya Untuk Menolak Malapetaka

Beberapa waktu yang lalu beberapa komunitas seniman di Jawa Tengah menyelenggarakan pagelaran budaya Umbul Donga di Kabupaten Wonogiri. Pagelaran seni dan bidaya Umbul Donga adalah sebuah tradisi Jawa yang dimaksudkan untuk memanjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa sebagai usaha atau ikhtiar untuk tolak bala atau menolak malapetaka.

Kali ini pagelaran Umbul Donga dilakukan oleh komunitas seni Tanjung Sari Jatisrono Wonogiri yang berkolaborasi dengan kelompok senin Barong Abang yang digerakkan oleh beberapa alumni Institut Seni Indonesia Surakarta. Pagelaran Umbul Donga ini bertempat di Wisma Cakra, Jatisrono, Kabupaten Wonogiri.

Para seniman menyelenggarakan Umbul Donga ini untuk memanjatkan syukur sekaligus memohon doa untuk bangsa Indonesia dalam menghadapi situasi sulit karena pandemi Covid-19.

Pagelaran ini sengaja diadakan di tengah pedesaan dan jauh dari hiruk pikuk kota atau pusat kekuasaan, karena ingin menyuguhkan kesederhanaan dan diharapkan akan menghasilkan solusi yang sederhana untuk menyelesaikan masalah yang rumit.

Pagelaran budaya yang bertajuk Umbul Donga Nuswantoro ini menyuguhkan sajian seni klasik kontemporer yang dilaksanakan dengan penuh khidmat. Acara ini disaksikan oleh masyarakat setempat, sesepuh masyarakat, serta undangan dari berbagai lapisan.

Pagelaran ini dibuka dengan penampilan para seniman yang menampilkan visualisasi bangsa yang tengah menghadapi ujian saat ini dengan iringan musik tradisional Bali. Kemudian acara dilanjutkan dengan tutur olah ontowacono oleh dalang Joyo yang mengisahkan kondisi zaman saat ini. Larikan tutur ini diselingi dengan visualisasi yang ekspresif dan kreatif dengan sajian tarian tradisional. Kolaborasi seni dan budaya ini menghadirkan suasana yang syahdu dan memukau.

Sejumlah tokoh masyarakat yang hadir pada acara ini mengatakan bahwa Umbul Donga Nuswantoro ini bukan hanya sekedar pertunjukan seni yang menampilkan keindahan, tetapi juga merupakan ritual untuk mendoakan bangsa Indonesia agar segera terlepas dari efek pandemi Covid-19.

Menurut tokoh masyarakat, Umbul Donga ini merupakan ikhtiar yang berasal dari oase seni dan tradisi bangsa Indonesia untuk membersihkan hati dari pikiran negatif untuk menghadapi persoalan bangsa saat ini.

Ritual Umbul Donga juga diselenggarakan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat pada alam dan sesama untuk menciptakan keselarasan antara alam dan manusia sehingga kehidupan akan menjadi lebih indah dan seimbang.

Acara Umbul Donga yang diselenggarakan di masa pandemi ini tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku seperti kewajiban memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Meriahnya Festival Kesenian Pesisir Utara Jawa Timur

Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) adalah salah satu kegiatan dan upaya masyarakat Jawa Timur untuk melestarikan kesenian dan budaya lokal daerah. Festival ini pertama kali diadakan tahun 2007 di Surabaya dan diselenggarakan secara rutin setiap tahun di tempat yang berbeda. FKPU merupakan ajang hasil kerjasama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur dengan pemerintah lokal setempat di kota tuan rumah penyelenggaraan FKPU.

Biasanya FKPU diselenggarakan sebagai salah rangkaian acara peringatan hari jadi Provinsi Jawa Timur yang jatuh pada tanggal 11 November. FKPU diikuti oleh 14 kota dan kabupaten di Jawa Timur yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Tuban, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Situbondo, Kota Pasuruan, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Bangkalan.

FKPU umumnya diselenggarakan selama 2 hingga 3 hari berturut-turut dengan menampilkan pentas seni dan pameran budaya dari daerah-daerah yang menjadi peserta FKPU. Di tahun 2020 ini, FKPU menampilkan pertunjukan seni teater, pameran dan workshop kesenian dan budaya lokal, serta pentas seni adat daerah setempat.

FKPU ke-14 tahun 2020 diselenggarakan di Kota Pasuruan. Ajang seni dan budaya ini merupakan hasil kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur. Beberapa pihak lain juga ikut terkait dengan penyelenggaraan festival ini, diantaranya adalah organisasi Pasuruan Inspiratif dan P3GI.

Pada tahun 2019 lalu, FKPU diselenggarakan di Kabupaten Sampang. Acara FKPU tahun lalu lebih lama dibandingkan dengan tahun ini, yaitu 3 hari, sedangkan pada tahun ini hanya diselenggarakan selama 2 hari. Alasan keamanan dan protokol kesehatan tentunya menjadi pertimbangan untuk beberapa perubahan pada FKPU tahun ini. 

Pada tahun lalu, FKPU terkesan lebih meriah dengan diikuti sekitar 3.500 peserta. Selain pertunjukan seni dan fashion show busana batik, acara FKPU tahun lalu juga dimeriahkan dengan acara pawai budaya dan pameran kuliner dari daerah peserta FKPU.

Salah satu tujuan diselenggarakannya ajang FKPU adalah untuk meningkatkan perekonomian daerah di Jawa Timur. Dengan adanya FKPU, pusat seni dan budaya di Jawa Timur tidak hanya berpusat di Surabaya, tetapi daerah-daerah lain di Jawa Timur juga diharapkan dapat memperkenalkan seni dan budayanya. Selain itu, acara ini diharapkan akan mendatangkan pengunjung ke kabupaten tuan rumah FKPU, sehingga juga akan mendongkrak sektor pariwisata di daerah tersebut.

 

Oppo Art Jakarta Virtual, Pameran Seni Virtual Pertama di Indonesia

Situasi pandemi Covid-19 yang melarang adanya kerumunan tidak menghalangi para pecinta seni untuk menyelenggarakan pameran seni tahunan Art Jakarta tahun ini. Tahun ini adalah tahun ke 12 dari Art Jakarta yang rutin diadakan setiap tahun. Ketimbang menunda penyelenggaran Art Jakarta tahun ini, penyelenggara Art Jakarta memilih untuk menyelenggarakan event tersebut secara virtual.

Art Jakarta merupakan event hasil kerjasama para pelaku seni di Indonesia dan negara-negara lain di Asia Tenggara. Pameran seni virtual ini diselenggarakan untuk memupuk optimisme para pelaku seni dan mempertahankan hubungan kerja sama dalam ekosistem seni rupa baik di dalam negeri maupun kerja sama dengan negara-negara lainnya di Asia Tenggara.

Untuk menyelenggarakan pameran seni pertama di Indonesia ini, Art Jakarta menggandeng produsen gadget ternama Oppo, sehingga event kali ini pun dinamai Oppo Art Jakarta Virtual. Selain itu event ini juga mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud dan Ninja Xpress.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, menyatakan dukungannya terhadap event yang inovatif ini dan mengungkapkan bahwa inovasi memang diperlukan agar kegiatan kebudayaan tetap dapat bertahan di masa pandemi ini.

Oppo Art Jakarta Virtual diselenggarakan menggunakan teknologi berbasis internet untuk menghadirkan ruang pameran virtual yang menampilkan karya seni dari berbagai pelosok negeri. Pengguna atau pengunjung akan dapat mengeksplor atau mengelilingi ruang virtual ini dan mengamati karya seni yang dipamerkan secara virtual di sini. 

Sementara itu, CCO Oppo Indonesia Patrick Owen menyatakan bahwa perusahaan smartphone terkemuka ini berupaya agar masyarakat tetap dapat mengeksplorasi dan menikmati karya seni dengan menghadirkan pengalaman baru pameran seni secara virtual. 

Fair Director Art Jakarta, Tom Tandio, mengatakan bahwa Oppo Art Jakarta 2020 diselenggarakan untuk para seniman di Indonesia yang tengah menghadapi masa sulit di masa pandemi, sehingga karya seninya tetap dapat dinikmati dan mendapat apresiasi dari masyarakat luas.

Oppo Art Jakarta 2020 akan diselenggarakan selama dua bulan, yaitu mulai tanggal 19 Oktober sampai 15 Desember 2020. Pameran seni virtual ini menampilkan berbagai karya dari 38 galeri seni terkemuka di seluruh penjuru negeri, diantaranya Arario Gallery, Andi’s Gallery, Art Seasons, Collaborea, Equator Art, Gudang Gambar, Semarang Gallery, Puri Art Gallery, Vin Gallery, dan lain-lain.

Pameran seni virtual ini juga menampilkan karya seni dari berbagai komunitas seni seperti Jakarta Biennale, Makassar Biennale, Komunitas Seni Sakato, dan lainnya.  

Seni Budaya Indonesia yang Telah Mendunia

Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan seni dan budaya yang beragam. Lebih dari 1000 suku di Indonesia memiliki seni dan kebudayaan khas daerahnya masing-masing yang menambah kekayaan seni dan kebudayaan negeri ini.

Ternyata kebudayaan dan seni Indonesia tidak hanya menjadi kebanggaan bagi warga sendiri, tetapi juga telah menarik perhatian dari berbagai negara lain di dunia. Berikut ini adalah beberapa kebudayaan asli Indonesia yang telah mendapat pengakuan dari dunia internasional:

  1. Batik

Batik merupakan salah satu seni dan budaya asli dari Indonesia yang banyak menarik perhatian internasional. Batik merupakan warisan seni dan budaya dari zaman kerajaan, yang kini diteruskan sebagai ciri khas negeri Indonesia. Bahkan kita memiliki Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Tanggal tersebut merupakan hari saat UNESCO menetapkan batik sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity pada tanggal 2 Oktober 2009.

Batik kini banyak digunakan sebagai ajang kreasi desainer kelas dunia seperti Nicole Miller atau Dries van Noten yang menampilkan batik dalam Spring Collection 2010 fashion show di Paris.

2. Wayang

Seni wayang merupakan pertunjukan hiburan asli Indonesia yang telah ada sejak abad ke-4. Wayang merupakan seni yang terkenal di pulau Jawa, dan hingga kini masih banyak diminati. Jenis wayang dari tiap daerah berbeda-beda, misalnya wayang golek dari daerah Jawa Barat atau wayang kulit yang khas dari daerah Jawa Tengah. Kesenian wayang umumnya ditampilkan dengan menggunakan bahasa dan dialek lokal daerah.

Wayang telah mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 3 November 2003.

3. Angklung

Angklung adalah alat musik asli Indonesia yang terbuat dari bambu. Angklung berasal dan berkembang dari Jawa Barat. Angklung terbuat dari pipa bambu yang dibunyikan dengan cara digoyangkan. Angklung merupakan alat musik yang unik dan untuk menghasilkan nada dengan baik diperlukan team work. Karena keunikannya ini, angklung juga telah diperkenalkan di sekolah-sekolah di Malaysia, Jepang, dan Korea. Angklung juga telah mendapat pengakuan resmi dari UNESCO pada tahun 2011.

4. Tari kecak

Inilah tari yang banyak menarik perhatian turis mancanegara di Bali. Tari kecak merupakan tarian massal yang dipertunjukkan sebagai hiburan dan umumnya menggambarkan cerita atau lakon pewayangan. Tari kecak juga telah ditampilkan di beberapa negara lain di dunia seperti Inggris dan Bulgaria, dan beberapa negara di Asia.

Bunga Penutup Abad Sukses Hibur Penonton di TIM

Pementasan teater yang berjudul Bunga Penutup Abad akhirnya sukses dipentaskan di Taman Ismail Marzuki pada Jumat(16/11) silam. Pementasan teater ini sendiri menghadirkan 4 nama besar seperti Reza Rahardian, Marsha Timothy, Lukman Sardi dan Chelsea Islan.

Para pemain teater Bunga Penutup Abad setidaknya menghabiskan sekitar 3 bulan untuk latihan pertunjukkan ini. Dengan kerja keras latihan yang cukup lama tersebut, pementasan ini pun akhirnya berhasil memuaskan para penonton yang menghadiri TIM pada Jumat tersebut.

Cerita teater ini merupakan kisah tentang Nyai Ontosoroh yang merupakan adaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer.

Wawan Sofwan yang merupakan sutradara dari pertunjukkan ini mengaku senang dengan pementasan yang sudah dilangsungkan di TIM tersebut. Ia juga sangat bangga dengan para pemain yang mampu all out mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk pementasan tersebut.

Perjuangan latihan selama 3 bulan akhirnya tuntas terbayar dengan penampilan para pemain Bunga Penutup Abad dengan sukses di gedung kesenian tersebut.

Cerita menarik serta maksimalnya para pemeran

Para pemain yang sudah berlatih 3 bulan akhirnya bisa memberikan pertunjukkan yang bisa mengapai apresiasi baik bagi pembuat maupun penonton. Cerita menarik yang dikemas epik serta dimainkan dengan sangat cantik oleh para pelakon membuat Bunga Penutup Abad menjadi salah satu pertunjukkan tetar terbaik tahun ini.

Memang membawa nama besar dalam sebuah pertunjukkan teater menjadi salah satu startegi yang digunakan guna mencari pangsa pasar.

Bukan hanya bermodalkan nama besar, teater Bunga Penutup Abad karya sutradara Wawan Sofwan sukses menghadirkan pertunjukkan berkelas. Mulai dari jalan cerita hingga akting dari masing-masing pemain yang ada dan pemain pendukung, semuanya terpadu menjadi satu dan menghadirkan pertunjukkan berkelas yang menyisahkan kenangan manis bagi para penontonya.

Akting apik dari Chelsea Islan dan Reza Rahardian yang merupakan idola anak muda saat ini sukses membawa penonton terbawa suasa dengan alur cerita yang menarik. Selain itu, peran Marsha Timothy dan Lukman Sardi juga mampu membawa penonton lebih mendapatkan emosi dalam jalan cerita teater Bunga Penutup Abad ini.

Cara Melihat Informasi Event di TIM

Sebagai salah satu gedung pertunjukkan seni yang masih eksis dan sering digunakan, Taman Ismail Marzuki(TIM) melengkapi berbagai hal guna memudahkan mencari informasi tentang tempat ini.

Mulai dari lokasi hingga pertunjukkan, semuanya bisa diakses melalui laman web yang telah dimiliki oleh TIM.

Untuk bisa mencari informasi mengenai event apa saja yang akan segera berlangsung dan tentang informasi yang sudah lewat, kamu bisa mengakses melalui http://tamanismailmarzuki.jakarta.go.id/venue.

Dari halaman tersebut, informasi mengenai acara apa saja yang akan berlangsung di TIM bisa kamu temukan. Selain informasi itu, kamu juga bisa melakukan reservasi dan informasi mengenai cara reservasi tempat untuk pertunjukkan.

Ada 6 venue di TIM yang bisa digunakan untuk mementaskan pertunjukkan. 6 venue yang ada di TIM tersebut terdiri dari :

  1. Teater Besar
  2. Teater Kecil
  3. Graha Bakti Budaya
  4. Gedung Kesenian Jakarta
  5. Gedung Kesenian Miss Tjijih
  6. Gedung Wayang Orang Bharata

Pusat pertunjukkan kesenian di Jakarta

TIM menjadi salah satu tempat untuk pusat kegiatan berbagai bertunjukkan kesenian di Jakarta. Mulai dari teater, tari hingga mini konser, semua pergelaran kesenian sudah banyak dipentaskan di TIM.

Sebagai Ibu Kota, Indonesia, Jakarta memiliki sisi lain diluar kota Bisnis dan Pemerintahannya.

Menyaksikan pertunjukakn di TIM bisa menjadi salah satu hiburan alternatif yang bisa dipilih oleh masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Banyak pertunjukkan kesenian secara rutin dilangsungkan di TIM, dan melalui laman http://tamanismailmarzuki.jakarta.go.id/venue, kamu bisa melihat jadwal pertunjukkan apa saja yang akan dilangsungkan di TIM.

Kemudahan informasi ini membuat masyarakat Jakarta dan sekitarnya bisa mencari info hiburan live dengan mudah. Kamu juga bisa memesan langsung tiket pertunjukkan yang sedang berlangsung melalui halaman event yang sedang berlangsung.

Bagi pegiat seniman yang ingin melangsungkan pementasan di TIM, kamu bisa menanyakan informasi lebih lanjut melalui http://tamanismailmarzuki.jakarta.go.id/contact.

 

Orang-orang Berduit Akan Pentas di TIM

Komedi menjadi salah satu cara yang sangat ampuh untuk menyampaikan kritik. Di Indonesia, Warkop DKI yang merupakan grup Lawak legendaris telah menerapkan hal itu. Warkop DKI membuat berbagai film dan mengangkat berbagai kritik dalam bentuk satir(sarkasme) dan tetap bisa menghibur.

Warkop DKI hanyalah segelintir dari berbagai seniman Indonesia yang mencoba menyampaikan kritik dan berbagai hal menarik lain melalui sebuah karya seni.

Di Taman Ismail Marzuki(TIM), tanggal 5-6 Oktober 2018 mendatang akan tersaji salah satu pertunjukkan seru yang wajib ditonton. Pertunjukkan ini berjudul “Orang-orang berduit”.

Orang-orang Berduit ini akan dimainkan oleh banyak seniman terkenal mulai dari Butet Kartaredjasa, Cak Lontong, Akbar hingga Desy JKT48.

Pertunjukkan ini akan menceritakan tentang dua orang kaya dengan tampilan eksentrik yang memiliki persaingan dan permusuhan antar keduanya.

Agus Noor sebagai sutradara menggabungkan misteri, action serta roman dalam satu pertunjukkan yang terkemas dalam “Orang-orang Berduit” ini.

Pertunjukkan ini juga berisikan intrik politik antara 2 orang berduit si Nyonya dan si Tuan yang mencoba menyembunyikan permusuhannya dari publik. Lalu siapa kah tokoh ini dan bagaimana permusuhan, konflik dari mereka berdua? jawabannya bisa Anda temukan pada tanggal 5-6 Oktober 2018 di ruangan Graha Bakti Budaya, TIM.

Tiket masuk dan waktu

Pertunjukkan pentas “Orang-orang Kaya” ini merupakan hasil dari Program Indonesia Kita 2018. Pementasan ini merupakan pementasan ke-30 yang dilakukan oleh Program Indonesia Kita 2018.

Untuk pementasan “Orang-orang Kaya” ini bisa disaksikan pada tanggal :

5 Oktober 2018, pukul 20:00-selesai

6 Oktober 2018, pukul 14:00-selesai dan 20:00-selesai

Untuk tiket masuk menyaksikan pementasan ini :

PLATINUM : Rp. 750.000

VVIP : Rp. 500.000

VIP : Rp. 300.000

BALKON : Rp. 150.000

Untuk pemesan tiket bisa melalui :

www.kayan.co.id

www.blibli.com

Dan informasi lebih lanjut bisa menghubungi :

Kayan Production & Communications

0856-9342-7788 / 0895-3720-14902 / 0813-1163-0001

Saksikan keseruan dari pementasan “Orang-orang Berduit” tanggal 5-6 Oktober di Graha  Bakti Budaya, TIM. Grab it fast, now!