Dari Museum Sejarah

Dari Museum Sejarah

TEKS NASKAH PROKLAMASI

Disiapkan digedung kuno

* Perumusan teks naskah proklamasi disiapkan selama dua hari sejak Kamis, 16 Agustus 1945 hingga subuh tiba. Baru pada Jumat, 17 Agustus 1945 pukul 09.00 WIB dwitunggal Soekarno-Hatta, tampil memproklamirkan Kemerdekaan RI keseluruh penjuru dunia. *

Cita-cita anak bangsa meraih kemerdekaan, tercapai pada pertengahan abad ke-19, Jumat, 17 Agustus 1945, setelah melewati waktu selama 3,5 abad lamanya dibawah cengkeraman penjajah Belanda. Perjuangan dan kepedihan anak bangsa ditambah 3,5 tahun, ketika tentara Jepang mendarat di Indonesia pada Perang Dunia II meletus. Jepang mengobrak-abrik Asia, sedangkan Jerman mengaduk-aduk Eropa. Tetapi Jepang bertekuk lutut dibawah kaki Sekutu setelah Nagasaki dan Hirosjima dibombardir oleh Angkatan Udara Amerika.

Pada September 1945 baru sebulan Proklamasi Kemerdekaan RI didengungkan kepenjuru dunia, tentara Belanda bersama tentaraSekutu (Inggris dan tentara Gurka berikat kepala mirip sorban ala India), kembali menjajah Indonesia.

Anugerah Tuhan YME

Berakhirnya penjajahan Belanda di Indonesia merupakan Takdir Tuhan YME, ketika pertama Bung Karno bersama Bung Hatta dan para pemimpin Indonesia lainnya (pejuang/politisi) berpendidikan tinggi, melangkah bersama memperjuangkan Indonesia Merdeka.

Anehnya Sekutu (Belanda, Inggris, Gurka) datang, kembali dengan niat menguasai kembali setelah Jepang kalah perang melawan Sekutu. Belanda dan sekutunya merangsek kewilayah Indonesia lainnya. Dibawah komando tempur Capt Westerling (Belanda) , menyebar keseluruh kepenjuru tanah air Dianataranya ke Sulawesi Selatan, yang dijadikan pesta keganasan Westerling, dengan cara menghabisi ribuan nyawa anak bangsa yang berani melawan.

Tetapi di Surabaya, tentara sekutu disambut kemarahan Arek-arek Suroboyo yang pantang menyerah. Tidak peduli tentara Sekutu berbekal senjata modern Justru Arek-arek Suroboyo menggebrak dengan semangat juang : hidup atau mati demi Tanah Air Indonesia Allahu Akbar. !, pekik Bung Tomo sambil meengacungkan keris.

Arek-Areak Suroboyo berbekal bambu runcing, kelewang, keris, ditambah sejumlah senjata letus hasil rampasan dari tentara Jepang yang kalah perang pada PD II. Tak hanya di Surabaya,pergolakan melawan penjajah Belanda terjadi diseluruh wilayah tanah air. Baik di Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, bahkan merebak diberbagai wilayah diseluruh tanah air.

X Facktor

Puncak perjuangan anak bangsa menuju kemerdekaan terkondisi X Facktor berpendidikan tinggi (politisi/pejuang), dipertengahan abad ke-19. Bung Karno bersama 29 pemimpin Indonesia lainnya bersatu padu mengikat tali jiwa sesama anak bangsa dari berbagai daerah. Hanya satu tujuan meraih kemerdekaan. Mereka berjuang mendampingi Bung Karno. Melakukan diplomasi politik dengan pihak penjajah. Walau secara diam-diam rutinitas menggerakan perang gerilya terus berlanjut dipinggir kota dan pedesaan. Perang gerilya ditandai tampilan gerilyawan besar. Salah satunya Jenderal Soedirman.

Proklamasi Kemerdekaan RI

Awal persiapan Proklamasi Kemerekaan RI yang menegangkan hingga tercapai titik terang Indonesia Merdeka tertuang lengkap di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jl Imam Bonjol No. 1 Jakarta Pusat.

Museum tersebut termasuk gedung kuno, yang dibangun tahun 1920 oleh arsitek Belanda, JL Blankenberg, bergaya Art Deco. Pada masa pendudukan tentara Jepang, gedung kuno ini menjadi tempat kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda, Koordinator Angkatan Laut dan Angkatan Darat Jepang. Setelah Kemerdekaan RI 1945, gedung ini tetap menjadi tempat kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda, hingga tentara Sekutu mendarat di Indonesia September 1945.

Peristiwa Sejarah

Gedung kuno bekas rumah kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda, menjadi sangat penting artinya bagi sejarah perjuangan anak bangsa karena pada 16 dan 17 Agustus 1945, terjadi peristiwa Sejarah, yaitu adegan penulisan teks yang ditulis oleh Bung Karno diatas kertas sekaligus perumusan naskah proklamasi bangsa Indonesia yang menegangkan.

Oleh karenanya sejak 28 Desember 1984 , Menteri Pendidikan dan Kebudayaan , Prof. Nugroho Notosusanto, menginstruksikan kepada Direktorat Permuseuman agar merealisasikan gedung bersejarah ini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

Museum terdiri dari ruang atas dan bawah. Terbagi menjai 4 ruang, 1. Ruang Pra-Proklamasi Naskah Proklamasi, 2. Ruang Perumusan Naskah Proklamasi, 3. Ruang Pengesahan /Penandatanganan Naskah Proklamasi, 4. Ruang Pengetikan Teks Proklamasi.

Digedung kuno ini memperlihatkan sosok Bung Karno (dalam bentuk patung seukuran manusia normal) sedang menulis teks konsep proklamasi diatas secarik kertas. Kemudian menyerahkan teks naskah tersebut kepada tim perumus yang terdiri dari 29 tokoh politik/pejuang untuk menyetujui. Tim perumus menyatakan setuju dan naskah proklamasi diserahkan kepada wartawan Sayuti Melik yang bertugas mengetik dan sedikit merevisi disaksikan wartawan BM Diah.

Bung Karno dan Bung Hatta menandatangani naskah proklamasi dimeja piano kuno yang siap disiarkan keseluruh penjuru dunia didepan rumah Bung Karno, jalan Proklamasi 56 Jakarta.

Cita-cita anak bangsa melepas belenggu penjajah, terlaksana pada pertengahan abad ke-19, tepatnya 17 Agustus 1945 seusai melewati waktu sepanjang 3,5 abad lamanya diduduki pemerintah kolonial Belanda. Ditambah 3,5 tahun ketika tentara Jepang mendarat di Indonesia.

Kemerdekaan RI diproklamirkan belum lama setelah saat Jepang bertekuk lutut dikaki Sekutu. Jepang menyerah kalah setelah Angkatan udara AS secara bergelombang membombardir Nagasaki dan Hirosima hingga hancur lebur.

Namun peristiwa tersebut tidak ada kaitan dengan peristiwa Proklamasi Kemerdekaaan RI yang direncanakan secara matang. Kemudian dikumandangkan oleh Bung Karno, didampingi Bung Hatta, pada hari Jumat, pukul 09.00 WIB tanggal 17 Agustus 1945, tepat dibulan Ramadhan. Oleh sebab itu Kemerdekaan RI bukan hadiah dari negara manapun. Tetapi murni Anugerah Tuhan YME. Indonesia Merdeka dilandasi perjuangan dan peperangan melawan penjajahan selama bertahun-tahun. Ujung-ujungnya Tuhan YME menurunkan berkahnya.

Peristiwa sejarah anak bangsa merebut kemerdekaan dapat disaksikan oleh kita lengkap di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, jalan Imam Bonjol No 1 Jakarta Pusat. Digedung kuno ini Bung Karno dan sejumlah pemimpin lainnya merancang secara cepat dan tepat naskah Proklamasi sepulang dari Rengas Dengklok.

Konsep naskah Proklamasi Kemerdekaan ditulis Bung Karno diatas secarik kertas, kemudian diserahkan kepada tim perumus naskah yang terdiri dari 29 pemimpin anak bangsa yang berasal dari berbagai suku/daerah. Mereka termasuk pemimpin bangsa yang cerdas. Karenanya tim perumus diminta oleh Bung Karno untuk menelaah konsep naskah proklamasi secermat mungkin.

Baru pada Jumat, 17 Agustus 1945 pukul 09.00 WIB, Bung Karno didampingi Bung Hatta, tampil mengumandangkan naskah proklamasi Kemerdekaan Indonesia, didepan rumah kediamannya, jalan Proklamasi No 56, Jakarta (TH) ***.