Indra Utami Tamsir

Nama :

Indra Utami Tamsir

Lahir :

Blora, Jawa Tengah,

16 Juli 1974

Pendidikan :

SDN 2 Kunduran,

 Blora-Jawa Tengah

 (1980-1986),

SMPN Ngaringan,

Blora-Jawa Tengah

(1986-1989),

SMA Katholik Wijaya Kusuma, Blora-Jawa Tengah

 (1989-1992),  

Akademi Gizi jurusan Nutrisi Yogyakarta (6 semester, 1992)

Pencapaian :

Album Nggayuh Katresnan meraih penghargaan untuk kategori Penyanyi Keroncong Wanita Terbaik dalam ajang AMI Awards 2013 

Album :

Suara Jiwa (album Dangdut),

Pengantin Agung (2012),

Nggayuh Katresnan (2013)

Penyanyi Keroncong

Indra Utami Tamsir

Lahir di Blora, Jawa Tengah, 16 Juli 1974. Darah seninya menurun dari ayahnya yang seorang seniman, sedangkan ibunya merupakan seorang pedagang. Sejak kecil dirinya telah akrab dengan dunia musik. Di rumah ayahnya terdapat seperangkat alat gamelan yang digunakan untuk latihan oleh begitu banyak orang. Pembimbing dan pengajarnya adalah ayahnya sendiri yang merupakan pengajar karawitan, dan pengajar tembang. Sejak kelas 6 SD ia sudah bisa nggending dan belajar macapat. Ia sempat menjadi juara pertama tari tingkat kecamatan dan kabupaten menarikan tari Bondan memakai boneka terpilih. Ketika SMP, ia sering mengikuti latihan kolintang di sekolahnya, memainkan lagu-lagu keroncong. Ia lantas menjadi finalis dalam lomba keroncong tingkat SMP. Dari situlah ia mulai memutuskan untuk menjadi penyanyi.

Semasa SMA ia lebih menggemari pop dan jenis musik lainnya. Bahkan dirinya juga sempat mengikuti beberapa festival hingga tingkat kabupaten dan provinsi. Setelah lulus SMA di Blora, ia melanjutkan kuliah di Yogyakarta. Di situlah ia mulai berani menerima tawaran manggung, dan yang lebih banyak adalah untuk menyanyi dangdut, meskipun sebenarnya ia tidak suka dangdut. Namun, karena lama berkecimpung di musik dangdut, ia hafal banyak lagu jenis itu. Lagu Rhoma Irama sampai Evi Tamala ia kuasai. Ia mengatakan bahwa dirinya lebih menyukai musik dangdut yang lembut dan mengalun. Namun kala itu di panggung lagu dangdut lembut itu kurang diterima. Dari situlah ia kemudian justru ingin belajar dan ingin menjadi penyanyi dangdut spesial lagu lembut.

Setelah menikah dan punya anak ketiga, jiwa kejawennya memanggil. Ia mulai merasa menemukan jati dirinya. Ia mempunyai keinginan kuat untuk memperlihatkan kebudayaan jawa yang luar biasa. Menurutnya, pada zaman presiden Soekarno kebudayaan jawa benar-benar jadi primadona. Salah satu tandanya adalah, musik keroncong mulai surut setelah tahun 70-an.

Konser Langgam Jawa & Keroncong INDRA UTAMI TAMSIR

‘LANGGAM UNTUK DUNIA, GKJ, 18-2-2015

 

 

Ia berkeyakinan bahwa musik keroncong dan langgam Jawa bisa hadir di setiap kalangan. Supaya lebih banyak yang menyukai keroncong, para penggiatnya perlu berani menabrak pakem. Ia mencontohkan dirinya, ia mencoba menabrakkan langgam jawa dengan musik keroncong. Langgam yang bukan dengan gamelan, tetapi memakai peralatan musik diatonik plus kendang. “Menabrakkan keroncong dengan genre musik yang digemari kaum muda seperti rock, jazz, atau balada, mengapa tidak?” kata wanita yang biasa dipanggil Uut. Semangatnya untuk menekuni jenis musik keroncong semakin meluap-luap setelah pilihannya itu mendapatkan restu dan dukungan penuh dari Ratu Keroncong, Waldjinah.

Selama menekuni musik Keroncong, ibu dari Tara Adia Prawidaninggar, Wilhelmina Sistaning Galuh dan Intan Nirmaya yang pernah malang-melintang di sejumlah kafe di Singapura ini, telah menghasilkan tiga album. Yang pertama adalah album berirama dangdut ‘Suara Jiwa’. Album kedua diberi judul ‘Pengantin Agung’ dan berhasil menjadi nominasi dalam AMI Awards 2012 untuk kategori Artis Terbaik, Lagu Terbaik, Pencipta Lagu Terbaik, dan Penata Musik Terbaik. Barulah di album ketiganya, ‘Nggayuh Katresnan’, ia berhasil menyabet penghargaan untuk kategori Penyanyi Keroncong Wanita Terbaik dalam ajang AMI Awards 2013.

Pada 24 Agustus 2013, ia menggelar konser tunggalnya, bertajuk ‘Persembahan Indra Utami Tamsir Untuk Indonesia – Langgam Jawa Keroncong Mini Concert’, di Golden Ballroom Hotel Sultan Jakarta. Selain itu pada pada 20 September 2013, wanita yang berdomisili di Gading Residence, Kelapa Gading, Jakarta Utara ini, turut ambil bagian dalam acara Indonesian Fashion & Batik Festival 2013 di Volkshaus, Zurich, Swiss, ia diminta ikut bernyanyi keroncong untuk mengiringi acara fashion show para perancang Indonesia. Baru-baru ini, ia menggelar konser solonya yang bertajuk ‘Konser Langgam Jawa dan keroncong Indra Utami Tamsir LANGGAM UNTUK DUNIA’ di Gedung Kesenian Jakarta, pada 18 Februari 2015.

(Dari Berbagai sumber)