Mamiek Prakoso

Nama :

Mamiek Prakoso

Lahir :

Salatiga, Jawa Tengah,

 6 April 1961 

Wafat :

Solo, Jawa Tengah,

3 Agustus 2014

Pencapaian :

Pemenang Pemeran Pembantu Pria Terpuji pada Festival Film Bandung lewat film KING (2010) 

Filmografi :

Kanan Kiri Oke (1990),

Makelar Kodok (1991),

Mas Suka Masukin Aja (2008),

King (2009),

Finding Srimulat (2012)

Album Musik Campursari 

Grojogan Sewu,

Ora Tak Gagas,

Cidro

Aktor Teater Tradisional

Mamiek Prakoso

Lahir di Salatiga, Jawa Tengah, 6 April 1961. Di dunia panggung lebih dikenal dengan panggilan Mamiek Podang. Anak ketiga dari enam bersaudara. Ayahnya, Ranto Edi Gudel adalah seorang pelawak dan seniman serba bisa yang juga menciptakan lagu ‘Anoman Obong’. Salah satu adiknya merupakan penyanyi campursari terkenal, Didi Kempot.

Mengawali karir di panggung hiburan dengan bergabung di Srimulat, sebuah teater tradisional rakyat yang menggabungkan seni suara dan tari pada tahun 1984. Di Srimulat, ia bergabung bersama sejumlah pelawak seperti Tessy, Tarzan, Timbul, Basuki (alm), Nunung, Gogon, dan lain-lain. Ia sempat terlibat membintangi film ‘Mas Suka Masukin Aja’ (2008) serta ikut berperan dalam film ‘KING’ (2009). Perannya yang cemerlang sebagai Pak Tejo, seorang komentator pertandingan bulutangkis antar kampung yang mengidolakan Liem Swie King dalam film KING tersebut, membuatnya mendapatkan nominasi Piala Citra 2009 sebagai Pemeran Pembantu Pria Terbaik dan memenangkan Pemeran Pembantu Pria Terpuji pada Festival Film Bandung 2010.

Ludruk Kartolo CS SELOR MARGOSONO (2012) Meski telah sukses bersama Srimulat dan telah membintangi sejumlah film layar lebar, namun darah seni dari sang ayah rupanya tidak luntur begitu saja. ia tetap tidak bisa lepas dari dunia campursari. Di studio musik miliknya, ia pernah merilis beberapa lagu campursari, di antaranya berjudul ‘Grojogan Sewu’‘Ora Tak Gagas’ dan ‘Cidro’.

 

Dikenal sebagai pribadi yang rendah dan dekat dengan sejumlah musisi dan pelawak lainnya. Bahkan di rumahnya yang terletak di Kampung Makassar, Jakarta Timur, kerap di jambangi musisi dan pelawak baik yang sudah punya nama maupun yang belum terkenal. Bahkan almarhum Mbah Surip yang terkenal sebagai penyanyi yang menyanyikan lagu ‘Tak Gendong’ menghembuskan napas terakhir ketika menginap di rumahnya.

 

Dalam berumah tangga, ia dikenal sebagai salah satu pria yang memilih untuk berpoligami. Dari istri pertamanya yang bernama Surani, ia di karuniai satu orang anak. Dari istri keduanya yang bernama Srikandi, di karuniai satu orang anak. Dan dari istri ketiganya yang bernama Ati, dikaruniai tiga orang anak.

Pelawak senior yang rajin mengayomi para juniornya ini, wafat di Solo, Jawa Tengah, 3 Agustus 2014, di usia 53 tahun. Setelah sebelumnya sempat di rawat di Rumah Sakit Brayat Solo akibat terserang liver akut. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Sidowayah, Ngawi, Jawa Timur, untuk dimakamkan.

(Dari Berbagai Sumber)