Nasikin Setiono

Nama :

Nasikin Setiono 

Lahir :

Kudus, Jawa Tengah,

 16 Nopember 1942

Pendidikan :

Akademi Seni Rupa Indonesia/ASRI Yogyakarta

Belajar Teknik Keramik di Delf, Belanda (1964-1965)

Pelukis

Nasikin Setiono

Lahir di Kudus, Jawa Tengah, 16 Nopember 1942. Pendidikan seninya di tempuh di Akademi Seni Rupa Indonesia/ASRI Yogyakarta yang kini menjadi Institut Seni Indonesia/ISI Yogyakarta, serta belajar secara khusus Teknik Keramik di Delf, Belanda (1964-1965). Aktifitas berpameran telah ia mulai sejak tahun 1965, dimana ketika itu, ia mengadakan pameran tunggal yang pertama di s’Groven hoge, Belanda. Selanjutnya ia mengikuti Pameran berdua, di Balai Budaya, Jakarta, di tahun 1966.

Setelah itu kiprah melukisnya semakin meningkat, ia pernah mengikuti sejumlah pameran bersama di sejumlah tempat, diantaranya : mengikuti pameran bersama Pelukis Indonesia di Taman Ismail Marzuki, Jakarta (1972), mengikuti pameran Pelukis Kudus di Galeri Utama, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta (1994), lalu mengikuti Pameran Seni Rupa 95 di Kudus, Jawa Tengah (1995). Tahun 2007, pameran tunggalnya yang ke-2 kembali diadakan di Millenium Galeri, Jakarta.

KM 39 Depok Tempo Dulu, 135 x 85 (2006) Objek yang dilukisnya, sebagian besar diangkat dari lingkungan alam sekitar bersama kehidupan sosial masyarakat yang diakrabi. Dalam berbagai tema lukisannya, seperti penari dalam berbagai poseatau adegan. Pasar dan suasananya, wanita berdandan, alam satwa, profile topeng, kehidupan para nelayan dan tema lainnya yang cukup akrab bagi para pemerhati dan penikmat karya seni lukis. Lukisan karyanya terasa ingin mengajak khalayak penikmat karya lukisannya, memasuki khasanah seni lukis figuratif yang ekspresionis.

 

Di usia 72 tahun, ia masih terus melakukan proses kreatif untuk mengadakan pameran tunggal karya lukisannya yang berjumlah 30 lukisan dengan berbagai ukuran. Pameran tunggalnya tersebut di gelar di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 17-26 Oktober 2014. Sebagian besar Lukisan yang di pamerkan merupakan karya-karya lawas yang dibuat di antara tahun 1997 hingga 2011. Meskipun begitu, menikmati karya-karyanya membuat pengunjung diajak membaca jejak hidup dan karir pelukis yang kerap tampil sederhana ini. Ia kelihatannya lebih detail dalam membuat pola dan garis-garis di setiap bentuk figur yang ia lukis. Kombinasi warnanya pun lebih beragam sehingga objek yang dilukis tampak lebih hidup. Namun tema yang ia pilih tak juga berubah sekitar persoalan kehidupan yang seringkali dijumpai di masyarakat. Semuanya serba realis dan mudah dicerna.

Selain melukis, ia juga membuat mural, patung, keramik, kayu dan menjadi perancang interior maupun eksterior. Karya-karyanya banyak menghiasi sejumlah gedung baik gedung pemerintah maupun swasta, diantaranya, Gedung Pertamina Pusat (Jakarta), Patra Jasa Hotel (Semarang – Jawa Tengah), PT. Djarum Kudus, (Kudus – Jawa Tengah), Shangrilla Dynasti Hotel (Bali), PT. Dirgantara Indonesia (Bandung – Jawa Barat), dan Gedung Graha Pemuda Kementrian Olah Raga (Jakarta).

Berdomisili di Jl. Rawasari Timur V/17, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat.

(Dari berbagai Sumber)