Penggiat Tari

Penggiat Tari

Adhisty Juliani Kampono

Lahir di Bandung, Jawa Barat, 30 Juli 1979. Sejak kecil ia sudah menunjukan minat pada dunia tari. Saat berusia dua tahun, ia selalu menggerakan badan setiap mendengar musik. Sang ibu yang melihat anaknya punya bakat dibidang tari lalu mengikutkannya les balet di usia empat tahun. Di usia sembilan tahun, ia mulai belajar menari Bali. Saat duduk di bangku SMP, ia menjadi pamandu sorak. Saat itulah ia mulai mengenal koreografi. Selain itu, ia juga belajar modern dance. Bersama kawan-kawannya, ia mulai tampil di sejumlah stasiun televisi dan mulai menyadari bahwa tari ternyata bisa menjadi usaha.

Saat melanjutkan studi di Melbourne, Australia, ia menjadi pengajar tari sebagai pekerjaan sampingan dan terlibat dalam proyek tari untuk penari yang sedang mengejar gelar master di bidang koreografi dari Victorian College of The Arts. Banyak yang ia pelajari dari sana, terutama pentingnya seorang penari membuat karya dan mampu menerjemahkan karyanya dalam bentuk tulisan.

Ketika pulang ke Jakarta tahun 2004, ia masih melihat citra penari urban dance yang masih dianggap rendah. Penari urban banyak dieksploitasi dengan menampilkan bagian tubuh, tapi tidak secara kualitas. Dari keprihatinan itulah, ia kemudian berusaha menunjukan bahwa penari urban adalah profesi bermartabat. Bersama sahabatnya, Yessy Hutabarat, seorang penari, ia membentuk United Dance Works/UDW Production pada 2004. Ketika didirikan, UDW Productions hanya mempunyai 6 penari perempuan yang kemudian bertambah dengan 6 penari laki-laki dengan berbagai latar belakang. UDW Productions menyediakan penari untuk acara-acara di televisi dan acara lain.

Dalam perjalanannya kemudian, UDW Productions tidak hanya tumbuh menjadi sebuah keluarga besar, tetapi juga sekolah kehidupan. Oleh karenanya ketika bisnis tari ini makin berkembang, muncul keinginannya untuk mendirikan sekolah. Hal itu penting baginya, untuk memoles dan membentuk fisik penari. Keinginan ini juga didorong atas minimnya fasilitas pendidikan tari urban di Indonesia. Padahal menurutnya, penari urban seperti Hip Hop Dancer bisa menghasilkan uang. Itu mengapa ia ingin menciptakan sumber daya penari yang berkualitas sehingga setelah itu mereka bisa bekerja.

Maka sejak 2010, selain membadan hukumkan usahanya dengan nama PT UDW Indonesia, ia juga membuka sekolah tari dengan nama UDW Dance Academy. Demi mengasah skill dan memperluas jejaring, UDW kerap mendatangkan berbagai koreografer ataupun penari tingkat dunia untuk bekerja sama seperti Julia Mitomi dan Gerard Mosterd dari Belanda, The Beat Freaks, Luam Keflezgy dan Gigi Torres dari Amerika Serikat, Nishant Bhola dari India, dan Prince dari Filipina.

Bertempat di studio yang terletak di Jl. Bangka X1, Kemang Utara, UDW menyediakan kelas untuk anak berusia empat tahun hingga orang dewasa. Terdapat pula kelas privat bagi yang ingin belajar secara eksklusif. Jenis tariannya beragam, dari tari tradisional Indonesia, balet, hingga hip hop dan berbagai tarian kontemporer lainnya di bawah instruksi 8 pengajar. Ke depan, ia menuturkan, UDW ingin berafiliasi dengan berbagai penari ataupun studio dance lainnya di Asia Pasifik.

Mantan Public Relations Hard Rock Cafe Jakarta (2003-2004), Media Relations MRA Group (2004-2005), dan presenter di SCTV dan ANTV (2003-2005) ini, menikah dengan Mirza Kampono, di karuniai dua orang anak, Razanatta M. Kampono dan Jasmine A .Kampono.

(Dari Berbagai Sumber)

Nama :

Adhisty Juliani Kampono

 

Lahir :

Bandung, Jawa Barat,

30 Juli 1979

 

Pendidikan :

Professional Communication Studies, RMIT University, Melbourne, Australia

 

Pengalaman Dalam

Bidang Tari :

Freelance Dancer (Melbourne, 2000-2002)

Dancer for Randolf Winston (Melbourne, 2001-2002)

 

Karier :

Public Relations Hard Rock Cafe Jakarta (2003-2004)

Presenter di SCTV dan ANTV (2003-2005)

Media Relations MRA Group (2004-2005),

Pendiri dan Direktur

United Dance Works

(2004 s/d sekarang)