Victor Ganap

Nama :

Victor Ganap 

Lahir :

Jakarta, 16 Juni 1948 

Pendidikan :

SMAK I Pintu Air (1966), Program magister bidang Etnomusikologi, Musikologi dan Pendidikan Musik, Universitas Osaka Kyoiku, Jepang (1979),

Gelar Doktor dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta

Aktifitas Lain :

Project Officer Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta (1973),

Pembantu Ketua Akademi Musik Indonesia (1980-1984),

Ketua Jurusan Musik FSP ISI Yogyakarta (1984-1988),

Pembantu Dekan I FSP ISI Yogyakarta (1988-1993),

Pembantu Rektor I ISI Yogyakarta (1993-2002),

Anggota Komisi Disiplin Ilmu Seni Ditjen Dikti (1997-2002),

Asesor Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT, 2003),

Board Member Asia-Pacific Society for Ethno musicology (2014 s/d sekarang)

Karier :

Guru besar musikologi Jurusan Musik FSP-ISI Yogyakarta,

Pengajar Jurusan Musik dan Pendidikan Sendratasik,

 FSP-ISI Yogyakarta,

Pengajar program pascasarjana ISI Yogyakarta,

Pengajar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada, Yogyakarta,

Pengajar Unnes Semarang, Jawa Tengah,

Pengajar Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Sumatera Barat,

Pengajar STAKPN Ambon, Maluku

Karya Tulis :

Kerontjong Toegoe: Sejarah Kehadiran dan Musiknya Di Kampung Tugu, Cilincing, Jakarta Utara (desertasi, 2006) 

Pencapaian :

Gelar doktor dengan predikat cum laude dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta,

Satyalancana Karya Satya 20 Tahun,

Paul Harris Fellow of The Rotary Foundation (2001)

)

Musikolog

Victor Ganap

Lahir di Jakarta, 16 Juni 1948. Sejak tahun 1979, tinggal dan menetap di Yogyakarta. Menempuh pendidikan di SMAK I Pintu Air (1966), Program Magister bidang Etnomusikologi, Musikologi dan Pendidikan Musik, Universitas Osaka Kyoiku, Jepang (1979) serta meraih gelar Doktor dengan predikat cum laude dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. 

Sepanjang karirnya, ia pernah menduduki sejumlah jabatan yang berhubungan dengan dunia musik, diantaranya, menjadi Project Officer Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta (1973), Pembantu Ketua Akademi Musik Indonesia (1980-1984), Ketua Jurusan Musik FSP ISI Yogyakarta (1984-1988) dan Pembantu Dekan I FSP ISI Yogyakarta (1988-1993), Pembantu Rektor I ISI Yogyakarta (1993-2002), Anggota Komisi Disiplin Ilmu Seni Ditjen Dikti (1997-2002), dan Asesor Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT, 2003).

Di tahun 2006, ia mampu mempertahankan disertasi berjudul ‘Kerontjong Toegoe: Sejarah Kehadiran dan Musiknya Di Kampung Tugu, Cilincing, Jakarta Utara’ yang merupakan hasil penelitian Hibah Kopetensi Bidang Etnomusikologi yang di danai DP2M Dikti. Ketika itu ia melakukan penelitian tentang fenomena sebuah komunitas di Kampung Tugu, Cilincing, Jakarta Utara, yang mampu bertahan hidup di sana selama tiga setengah abad lamanya. Komunitas Tugu yang berasal dari kelompok pelaut Portugis asal Gowa, India, tersebut mampu menghidupi diri melalui patronasi masyarakat perkotaan Batavia terhadap keahlian mereka dalam membawakan musik Moresco dan Cafrinho Portugis, yang mereka namakan Kerontjong Toegoe, sebagai bentuk generik musik keroncong Indonesia saat ini, selain mampu menjual hasil karya dari keahlian mereka membuat gitar Portugis Cavaquinho yang mereka namakan Keroncong Ukulele.

Saat ini ia menjabat sebagai guru besar musikologi Jurusan Musik FSP-ISI Yogyakarta dan aktif mengajar di sejumlah universitas, seperti Jurusan Musik dan Pendidikan Sendratasik, FSP-ISI Yogyakarta dan program pascasarjana ISI Yogyakarta, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada, Unnes Semarang, Institut Seni Indonesia Padangpanjang, dan STAKPN Ambon. Selain itu ia juga menjadi Board Member Asia-Pacific Society for Ethno musicology (2014 s/d sekarang).

Pada tahun 2001, pria yang tampil sebagai pembicara pada Pekan Komponis Indonesia 2014 “Keroncong Riwayatmu Kini…” tersebut, memperoleh penghargaan Satyalancana Karya Satya 20 Tahun dan Paul Harris Fellow of The Rotary Foundation.

(Dari Berbagai Sumber)